Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, Pemkab Pasuruan Bentuk Desa Tangguh Bencana

Gambar berita
24 Juli 2017 (13:30)
Pelayanan Publik
4356x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dan penanganan bencana yang cepat, efektif dan efisien, Pemerintah Kabupaten Pasuruan membentuk Desa Tangguh Bencana. Kata Sugeng Hariyadi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, pembentukan dilakukan di 3 Desa Maslahat yakni Desa Tambakan Kecamatan Bangil, Desa Patuguran Kecamatan Rejoso dan Desa Sukorejo Kecamatan Pohjentrek.     

Dipilihnya ketiga Desa tersebut karena masing-masing memiliki ancaman bencana banjir. Bentuk kegiatannya bermacam-macam, diantaranya mengajak masyarakat setempat memetakan desanya; membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana; mengkaji Resiko Bencana; merencanakan Penanganan Bencana; membuat Dokumen Rencana Kontihensi; membuat Peraturan Desa terkait bencana; menggali kerjasama dengan pihak ketiga.

“Tujuan kegiatan adalah menciptakan masyarakat yang tangguh dan mandiri serta cepat bangkit ketika terdampak bencana. Sasaran peserta, kelompok masyarakat pemuda, Karang Taruna, Badan Permusyawaratan Desa, perangkat desa, PKK, Fatayat dan Muslimat NU, tokoh agama dan tokoh masyarakat”, jelasnya kepada Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan.

Kabupaten Pasuruan merupakan daerah rawan bencana sehingga masyarakat harus mengetahui dan memahaminya sebagai upaya antisipasi sekaligus penanggulangan. Baik potensi bencana yang berpeluang terjadi di musim hujan seperti banjir, longsor dan angin puting beliung maupun bencana kekeringan.    

“Sebelumnya, Pemkab Pasuruan telah membentuk Desa Tangguh Bencana di Desa Kali Rejoso dan  Kedawung Kulon untuk mengantisipasi bencana di musim hujan. Jadi ketika mendung sudah menggantung, mereka sudah koordinasi dengan wilayah-wilayah hulu di atas, baik Tosari, Lumbang maupun Winongan. Sehingga kalau terjadi hujan, informasi itu ada. Itu namanya Early Warning System atau peringatan dini dengan menggunakan radio”, urainya.

Sedangkan upaya mitigasi bencana lainnya dilakukan dengan membentuk Pusat Pengendalian Operasi (Pusdal-Op), difungsikan untuk mengkoordinasikan kondisi alam yang berpotensi menimbulkan bencana. Menurut Sugeng, mitigasi bencana juga dilakukan dengan penyusunan Forum Pengurangan Resiko Bencana yaitu sebuah tim kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Setiap hari, semua informasinya di up date didistribusikan ke Whats App grup Tangguh Bencana Kabupaten Pasuruan. (Eka Maria)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wakil Bupati Pasuruan Resmi Kukuhkan 63 Pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Sebanyak 63 pengurus Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan resmi dikukuhkan u...

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...

Article Image
Audiensi dengan PIP Kemenkeu, Mas Rusdi Buka Peluang Kerja Sama Potensi Pembiayaan Strategis Daerah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Pusat Investasi Pemerint...

Article Image
Operasi Ketupat Semeru 2026. Ini Pesan Kapolres Pasuruan

Polres Pasuruan melaksanakan Apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketu...