Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

TPA Kenep Ditutup, Februari Operasionalkan TPA Wonokerto

Gambar berita
31 Januari 2020 (16:33)
Lingkungan
5289x Dilihat
0 Komentar
admin

Per akhir Januari 2020 ini, TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Desa Kenep, Kecamatan Beji, akan ditutup.

Dengan ditutupnya TPA Kenep, maka secara otomatis, TPA baru yang ada di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, akan segera dioperasionalkan.

Heru Farianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan mengatakan, TPA Kenep akan diratakan dan selanjutnya bakal disulap menjadi RTH (Ruang Terbuka Hijau). Anggarannya sebesar Rp 1 Milyar juga telah disiapkan untuk mempercantik TPA dengan penataan. Mulai dari pembangunan pagar keliling, sanitasi, irigasi sampai penghijauan di sekitar TPA.

“Kita upayakan segera kita tutup bulan ini, karena timbunan sampah di TPA Kenep sudah overload. Segera yang ada di Wonokerto akan kita operasionalkan, sehingga sampah dari masyarakat yang sudah bekerja sama dengan DLH, bisa langsung kita kirim ke TPA Baru di TPA Wonokerto,” kata Heru saat ditemui di kantornya, Jumat (31/01/2020).

Lain TPA Kenep, Lain Pula TPA Wonokerto. Menurut Heru, untuk tahun ini, Pemkab Pasuruan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 17 Milyar. Anggaran tersebut dipergunakan untuk pembangunan sarana prasarana di lahan TPA seluas 4,6 hektar. Diantaranya pagar keliling, pengerasan jalan, ruangan untuk edukasi, perkantoran, tempat alat berat dan angkutan sampah (garasi), timbangan keluar masuk pengangkut sampah dan cell baru dengan teknologi sanitary landfill.

“Khusus untuk cell 1 sudah 100 persen selesai sehingga sudah bisa dioperasionalkan,” singkatnya.

Rencananya, TPA baru akan mulai dioperasionalkan pada februari ini. Dengan begitu, semua sampah yang berasal dari 11 kecamatan bisa langsung dibuang ke TPA Wonokerto, baik pemilahan sampai daur ulang. Kata Heru, kondisi TPA Wonokerto sudah siap untuk dimanfaatkan, di mana IPL (Instalasi Pembuangan Limbah) untuk penampungan air lindi (suatu cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah) sudah selesai, serta kualitas jalan yang sudah layak meski belum ada pengerasan dari bahan beton.

“Yang ada di Wonokerto, IPL untuk penampungan lindi sudah selesai. Jalan sudah layak digunakan walaupun belum ada pengerasan dari beton. Semoga pebruari ini semuanya bisa beroperasi,” jelas Heru kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, saat ditanya perihal volume pembuangan sampah ke TPA, Heru menegaskan bahwa kapasitas timbunan sampah sehari mencapai 1152 ton. Hanya saja, volume sampah yang bisa dikelola per harinya maksimal 65 ton.  Sampah tersebut berasal dari 11 kecamatan yang bekerja sama dengan.

“Masih banyak yang belum dikerjasamakan dengan kita. Kami harapkan bank-bank sampah berperan, karena kita berupaya memilah sampah dari sumbernya. Sehingga yang kita angkut adalah sampah yang sudah terpilah. Mohon kesadaran untuk sampah jangan dibuang ke sungai. Lakukan pemilahan sebelum membuang sampah. Baik organic maupun plastic, sehingga bisa didaur ulang, bisa dibuat kompos dan bisa dimanfaatkan lagi,” urainya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasurua...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027, Wabup Gus Shobih Tekankan Penguatan Potensi dan Regulasi Investasi

Di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memaksimalkan pembanguna...

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...