Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wakil Bupati: Pola Pikir Moderat, Kunci Kehidupan Masyarakat Harmonis

Gambar berita
19 Januari 2023 (03:51)
Pelayanan Publik
3043x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Wakil Bupati Mujib Imron berharap, seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan memiliki pola pikir moderat. Hal itu sangat penting sebagai modal utama untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dan damai.

Menurut Gus Mujib sapaannya, dengan berpikiran moderat, sudah pasti akan diimbangi dengan rasa toleransi dan tepo-seliro yang tinggi. Sehingga setiap warga sangat berperan besar dalam menciptakan kerukunan lintas suku, agama, ras antar golongan dalam kehidupan sosial yang sangat heterogen.   

"Mari kita saling menghormati sesama dalam kehidupan bermasyarakat. Kami berharap, dari pendidikanlah orang bisa tumbuh berpikir secara moderat, seimbang dan jujur. Maka dari itu kualitas  pendidikan harus terus dioptimalkan. Juga saling memperkuat keimanan, cara berpikir, cara bergaul. Sehingga kita tidak mudah menyalahkan orang lain," pinta Wakil Bupati dalam Talkshow Layanan Publik Maslahat "Bakesbangpol Dalam Memberantas Paham Radikalisme dan Aliran Sesat" di Lembaga Penyiaran Publik (LPPL) Radio Suara Pasuruan FM 107.    

Maka dari itu, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut meminta kepada seluruh penyelenggara lembaga pendidikan agar memberikan pemahaman penuh kepada anak didiknya tentang kewajiban bersikap toleran sejak usia dini. Tentunya dibarengi dengan pendidikan etika yang tersampaikan selama proses belajar di kelas.   

"Kami mohon kerjasama yang baik, bagaimana pendidikan kita harus semakin maju. Juga harus ada kontrol terhadap penggunaan gadget agar anak didik kita bisa menyaring konten yang sehat," pintanya.

Potensi penyebaran paham radikalisme dan aliran sesat di era serba digital saat ini sangat mudah menjangkiti generasi muda. Diantara media penyebarannya melalui sosial media. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) terus berupaya menjaga kondusifitas lingkungan. Hal itu disertai dengan sinergi bersama aparat keamanan dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi kemunculan dan penyebarannya.

"Memang sosial media bisa dijadikan alat untuk mencari informasi apapun, termasuk tentang radikalisme dan aliran sesat. Ini yang harus selalu kita antisipasi supaya paham yang sangat berbahaya itu tidak sampai masuk ke wilayah kita," tandas Gus Mujib.

Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan, Edy Supriyanto yang mendampingi Gus Mujib pada sesi perbincangan pada hari Selasa (17/1/2023) menambahkan, generasi muda terutama pelajar juga berkewajiban untuk melakukan filter terhadap segala informasi yang diakses melalui gadget-nya. Caranya dengan meng-kroscek kebenarannya melalui sumber terpercaya berdasarkan data dan fakta.      

"Semua informasi yang masuk belum tentu benar. Karena itu kita harus banyak belajar banyak hal dari sumber terpercaya. Khususnya bagi generasi muda," tuturnya. 

Sebaliknya, untuk menanggulangi ancaman radikalisme dan paham disintregrasi sosial, Kesbangpol terus gencar melakukan berbagai upaya preventif. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang wawasan kebangsaan, cinta tanah air, pencegahan deteksi dini dan konflik. Berikut melakukan kegiatan jambore kebangsaan dan bela negara yang diikuti oleh unsur pemuda lintas suku dan agama.

Di samping itu, kata Eddy, pihaknya berkerjasama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nadhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Berikut Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Persatuan Gereja Pantai Kosta Indonesia (PGPI), Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Perwakilan Umat Budha Indonesia (WALUBI) dan Majelis Tinggi Agama Konghuchu (MATAKIN).

Sinergi kolaborasi juga dilakukan dengan Kejaksaan dalam pembentukan Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan Dalam Masyarakat (Tim PAKEM). Tujuannya untuk meningkatkan pengawasan lebih dini terhadap munculnya aliran kepercayaan dan keagamaan yang meresahkan masyarakat. Termasuk menindaklanjuti fatwa majelis agama yang telah menetapkan suatu aliran menyimpang serta berkoordinasi dengan unsur Forkopimda. (Eka Maria+Tiko)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan dan TNI AL Sepakat Bentuk Tim Ad Hoc Percepat Penyelesaian Sengketa Lahan di Lekok dan Nguling

Pemerintah bersama TNI AL sepakat membentuk Tim Ad Hoc untuk mempercepat penyele...

Article Image
Berangkatkan Peserta Bromo KOM 2026. Wabup Gus Shobih : Ajak Semua Keluarga Anda Berlibur dan Berwisata di Kabupaten Pasuruan

Bromo KOM 2026 resmi dimulai. Ajang pertemuan para pesepeda rekreasional, pengho...

Article Image
Bupati Pasuruan Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Bupati Pasuruan Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Region...

Article Image
33 Desa di Kabupaten Pasuruan Telah Ditetapkan Sebagai Desa Tangguh Bencana

Sebanyak 33 desa di Kabupaten Pasuruan kini telah ditetapkan sebagai Desa Tanggu...

Article Image
Ikuti Rapat Dengar DPR RI. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Terus Perjuangkan Kepastian Hukum Warga Lekok Sampai Tuntas

Persoalan sengketa lahan antara masyarakat dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) di sal...