Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Warga Desa Kanigoro, Rembang, Kabupaten Pasuruan Sukses Budidaya Pisang Kepok Sistem Kuljar

Gambar berita
11 April 2022 (15:24)
Ekonomi
4575x Dilihat
0 Komentar
admin

Isa Nurudin, warga Desa Kanigoro, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan sukses membudidayakan pisang gajih/kepok dengan sistem kultur jaringan.

Pria 56 tahun itu punya ribuan pohon pisang yang ia tanam di kebun seluas 1,5 hektar.

Saat ditemui di sela-sela memanen pisang di kebun miliknya pada senin (11/04/2022) siang, Isa bercerita awal ketertarikannya mengembangkan pisang kepok dengan metode kultur jaringan.

Menurutnya, ketertarikan menanam pisang dengan kuljar bermula di tahun 2018 lalu. Dari rasa penasaran tersebut lalu ia realisasikan dengan membeli tanah kosong yang lokasinya tak jauh dari kediamannya.

"Kebetulan tanahnya gersang tapi kalau disirami pasti gembur dan cocok untuk budidaya pisang," ungkapnya.

Gayung bersambut, ia lalu membeli banyak bibit pisang gaji dari Puslitkoka Jember. Total ada 1000 an bibit yang ia sebar di kebun miliknya hingga membuahkan hasil.

Buah pisang gajih dengan metode kuljar menghasilkan bentuk pisang yang sangat besar. Tepatnya berukuran dua kali lebih besar dari pisang pada umumnya. Selain itu, Isa menjelaskan bahwa rasa pisang juga tak berubah menjadi lebih asam, namun sama manisnya dengan gajih yang berukuran normal.

"Buahnya jumbo. Semua orang bilang pisang jumbo, karena memang ukurannya dua kali dari pisang gajih pada umumnya," singkatnya.

Seperti diketahui, pada dasarnya kultur jarungan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel, jaringan atau organ serta menumbuhkannya secara aseptis (suci hama) di dalam atau di atas suatu medium budidaya. Sehingga bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Kata Isa, metode kuljar sangat tepat untuk pisang. Lantaran juga menghasilkan buah yang lebih besar, pohon yang tahan cuaca dan kualitas rasa yang mumpuni.

"Pokoknya metode kuljar ini yang terbaik" singkatnya.

Sementara itu, dalam satu pohon bisa menghasilkan 8-10 cengkeh buah berukuran jumbo. Per satu cengkeh dijual antara Rp 15-20 ribu. Namun di momen ramadhan ini, ia menjualnya hanya separuh harga.

"Hitung-hitung beramal untuk warga yang ingin membuat kolak atau pisang goreng atau keripik," jelasnya. (emil)

 

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...