Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Yahya Aziz. Atlet Panahan Kabupaten Pasuruan Produksi Sendiri Panah dan Anak Panah Untuk Lomba

Gambar berita
03 Oktober 2023 (16:42)
Umum
3169x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Sambil menyelam minum air. Empat kata ini sepertinya cocok untuk menggambarkan apa yang kini dilakukan oleh Yahya Aziz, salah satu atlet panahan Kabupaten Pasuruan.

Betapa tidak, atlet yang tercatat sebagai warga Dusun Mendalan, Desa Durensewu, Kecamatan Pandaan ini memproduksi sendiri panah dan anak panah untuk kebutuhannya selama lomba.

Saat ditemui di rumahnya, Selasa (03/10/2023) siang, Yahya tengah sibuk mengumpulkan bahan yang akan ia gunakan untuk membuat panah. Tak sendirian, ia ditemani Dewi Mahdiyah yang tak lain istrinya. 

Ia berpikir, dengan membuat sendiri panah dan anak panah, maka secara otomatis bisa menghemat pengeluaran. Dari situlah usaha untuk memproduksi sendiri mulai dilakoninya di tahun 2019 lalu.

"Awalnya coba-coba. Belajar otodidak, dan alhamdulillah bisa," singkatnya. 

Selain melihat cara pembuatannya di YouTube, dia juga rajin bertanya ke sejumlah perajin serupa. Yahya lantas mencoba membuat sendiri di rumahnya, berulang kali. Setelah merasa bisa, dia memutuskan memproduksi sendiri untuk kemudian dijual ke pasar secara online.

“Saya belajar otodidak saja saat awal memproduksi. Saat itu, tertarik membuat sendiri karena hobi. Kebetulan saya atlet dan pelatih panah juga. Jadi, saya pikir sekalian saja memproduksi sendiri di rumah,” ucap pria kelahiran Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah, ini.

Perihal bahan baku, Yahya memilih yang berkualitas bagus. Untuk pembuatan panah misalnya, bahan bakunya fiber impor, kayu, dan kulit sapi. Sedangkan bahan baku anak panah dari kayu pohon waru, pinus, dan bambu.

“Satu panah membutuhkan waktu tiga sampai lima hari untuk membuatnya. Sedangkan untuk anak panah selusin bisa selesai dalam waktu satu sampai dua hari,” tutur bapak satu anak ini.

Namun, Yahya tidak selalu ready stock. Sebab, dia baru membuat saat ada pesanan.

Untuk produksi panah sendiri, proses yang dilakukan cukup banyak. Mulai memilih bahan baku yang bagus; mengukur fiber sesuai permintaan, membelah fiber, lalu dilem sekitar 12 jam.

Setelah itu, merapikan fiber dari bekas lem, membuat handel dan siyah. Kemudian, merakit handel dan siyah, men-setting di tengah agar tidak twis. Dilanjutkan merapikan dan amplas, melilit handel dan siyah, tes shoot, dan proses finishing.

Sedangkan untuk membuat anak panah, diawali dengan pemilihan bahan sesuai permintaan. Lalu pemotongan shaft bambu atau kayu; pembuatan nock atau lubang tempat tali. Kemudian memasang point atau ujung anak panah.

Lalu vernis bisa pakai lem G atau vernis kayu dan cresting atau pewarnaan jika ada permintaan. Dilanjutkan dengan pemasangan bulu; pemotongan bulu sesuai permintaan, dan lilit bulu dengan nock.

“Tahapannya banyak. Panah terutama harus senter agar tidak twis atau miring,” ucap guru MTs Darul Hijrah II, sekaligus guru di Ponpes Darul Hijrah, Pandaan.

Karena prosesnya yang panjang, butuh ketelatenan ekstra untuk membuatnya. Bahkan, mood yang baik dari pembuatnya sangat penting. Bila mood sedang tidak baik, hasilnya bisa kurang maksimal.

Peluang pasar produksi ini pun menjanjikan. Harganya pun cukup mahal, sebab memang dibuat dari bahan baku yang bagus. Satu panah harganya Rp 350 ribu sampai Rp 1,2 juta. Sedangkan anak panah dijual per lusin dengan harga Rp 240 ribu hingga Rp 1,2 juta.

“Harga sebenarnya menyesuaikan. Mahal atau tidaknya tergantung jenis bahan yang digunakan,” tuturnya.

Selain memproduksi panah dan anak panah tradisional, Yahya juga memproduksi quiver atau tempat anak panah yang terbuat dari bahan kulit. Termasuk memproduksi aksesori safety untuk memanah. Seperti armguard dan thumb glove yang juga terbuat dari bahan kulit.

Mulanya, penjualan produksinya itu memang baru di sekitar Pasuruan. Namun, kini penjualannya sudah mencakup hampir semua daerah di Jawa. Bahkan, Aceh, Papua, hingga Australia. (emil)




Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Malam Tahun Baruan, Mas Rusdi Sidak Pasar Bangil

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dibuat geram dengan para pedagang yang masih saja...

Article Image
Dishub Kabupaten Pasuruan Bagi-Bagi Bingkisan untuk Relawan Penjaga Perlintasan Sebidang Kereta Api

Menjelang pergantian tahun baru 2025 ke 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuru...

Article Image
Kawasan "Kumuh" di Kelurahan Bendomungal Bangil, Kini Cantik

Bangil, sebagai Ibukota Kabupaten Pasuruan terus dipercantik di setiap sudut kot...

Article Image
Buka Sosialisasi Wajar Dikdas 13 Tahun. Merita Rusdi Dorong Anak Pra-Sekolah Siap Masuk SD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi wajib b...

Article Image
1 Januari 2026, 35 PNS Pemkab Pasuruan Masuki Purna Tugas

Awal tahun 2026 mendatang, sebanyak 35 pegawai negeri sipil (PNS) di Lingkungan...