Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

33 Desa di Kabupaten Pasuruan Telah Ditetapkan Sebagai Desa Tangguh Bencana

Gambar berita
05 Juni 2026 (12:27)
Pelayanan Publik
355x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Sebanyak 33 desa di Kabupaten Pasuruan kini telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).

Yang terbaru adalah Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur dan Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi. Kedua desa ini ditetapkan sebagai Destana di Kabupaten Pasuruan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melalui Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto yang hadir dalam acara Pembinaan Desa/Kelurahan Tanggap Bencana di Pendopo Desa Gerbo, Kamis (4/6/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan keberadaan Destana tak lain untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.

"Supaya warga mengetahui ancaman bencana yang bisa terjadi kapan saja. Dan yang kedua supaya seluruh warga di Desa Tangguh Bencana sigap dan siap menghadapi ancaman tersebut," kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Jumat (5/6/2026).

Dengan bertambahnya jumlah desa tangguh bencana, Sugeng berharap ada greget dari desa-desa lain. Khususnya dalam komitmennya menciptakan lingkungan yang siap menghadapi bencana apapun. Baik dalam hal SDM maupun sarana prasarana yang dimiliki.

Sebab di Kabupaten Pasuruan, total ada 75 desa/kelurahan yang di wilayah Rawan Bencana, dan agar masyarakatnya tangguh dan mandiri dalam menghadapi setiap jenis bencana, hadirnya Destana menjadi kekuatan tersendiri.

"Dari 14 jenis kebencanaan, Kabupaten Pasuruan ini berada di 12 jenis ancaman bencana yang terjadi minus tsunami dan luquivasi. Maka bagaimana menciptakan ketangguhan desa ketika terjadi bencana sampai desa tersebut mampu cepat bangkit, itulah Destana " singkatnya. 

Sementara itu, Camat Purwodadi, Sugiarto menjelaskan ada 2 desa yang kini telah ditetapkan sebagai Destana, yakni Desa Gerbo dan Desa Cowek. Dua desa tersebut diketahui berada di wilayah rawan bencana tanah longsor maupun tanah gerak.

"Apalagi di Cowek, beberapa waktu lalu ada peristiwa tanah gerak. Dan langsung menjadi atensi Pemda dan Pemprov Jatim untuk dilakukan penanganan," jelasnya. 

Usai ditetapkan, pihak Kecamatan sampai Desa dan dusun saling berkoordinasi. Utamanya dengan melakukan penguatan di semua lini.

"Semuanya dikuatkan mulai dari ormas, pemdes dan stake holder lainya, tidak hanya tanggung jawab pemerintah tapi semua pemangku kepentingan dan dunia usaha harus jadi satu bergotong royong mendukung Destana," terangnya (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Nurita Iza Rosdiany. Pembatik dari Desa Cangkringmalang Jadikan Daun Lontar Motif Batik Mewah dan Berkelas

Di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, pohon Lontar alias siwalan banyak...

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...