Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Antisipasi Perubahan Harga Sembako Saat Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, Pemkab Pasuruan Gelar HLM TPID

Gambar berita
11 Februari 2026 (13:09)
Pemerintahan
315x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Mengantisipasi perubahan harga kebutuhan bahan pokok yang terjadi saat Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID).

Acara tersebut digelar di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (11/2/2026) dan dibuka secara resmi oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo. Hadir pula Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Titus Yudho Uly; Sekda Yudha Triwidya Sasongko dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Mas Rusdi mengatakan semua pihak, utamanya TPID harus melakukan berbagai langkah sinergis responsif dan tepat sasaran dalam menyikapi potensi inflasi, khususnya bahan pokok. 

Diantaranya pertama, menjaga ketersediaan pasokan antar waktu dan antar wilayah. Yakni dengan melalui peningkatan produktifitas dan perluasan akses pembiayaan guna mendukung program prioritas pemerintah, termasuk makan bergizi gratis.

"Kelancaran distribusi dan kualitas logistik pangan melalui fasilitasi distribusi antar wilayah," katanya.

Selanjutnya, Mas Rusdi juga meminta agar semua pihak dapat menjaga stabiitas harga kebutuhan bahan pokol selama Ramadhan sampai Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriyah. 

"Memperkuat sinergi kebijakan dan komunikasi untuk mengelola ekspektasi inflasi masyarakat juga harus dilakukan," imbuhnya. 

Lebih lanjut Mas Rusdi menegaskan bahwa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, inflasi volatile food pada rentang target yang disepakati sangat penting untuk dijaga. Terutama pada periode hari besar keagamaan.

"Kita juga melakukan operasi pasar, gelar pasar murah sampai monitoring harga bahan pokok untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil," tegasnya.

Sementara itu, Sekda Yudha menjelaskan pada periode Januari sampai minggu pertama bulan pebruari 2026, Kabupaten Pasuruan mengalami deflasi selama 5 minggu secara berturut-turut.

Deflasi tersebut disebabkan oleh penurunan harga pada komponen harga bergejolak (volatile food/vf). Untuk komoditas yang memberikan andil deflasi adalah cabai merah, cabai rawit, beras, bawang merah, dan telur ayam ras.

"Penurunan harga sejumlah komoditas pangan tersebut didorong oleh masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah sentra produksi serta ketersediaan yang melimpah," jelasnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Lebaran, Kampung "Kue Satru" Dusun Kedung Bendo, Desa Rejoso Lor Banjir Order

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 hijriah, rumah-rumah warga Dusun Kedung Bend...

Article Image
Petani Duku Rejoso, Mulai Panen Raya

Gimana rasanya bisa memanen duku rejoso yang sangat terkenal itu?Beruntung sekal...

Article Image
Audiensi dengan PIP Kemenkeu, Mas Rusdi Buka Peluang Kerja Sama Potensi Pembiayaan Strategis Daerah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melakukan audiensi dengan Pusat Investasi Pemerint...

Article Image
Operasi Ketupat Semeru 2026. Ini Pesan Kapolres Pasuruan

Polres Pasuruan melaksanakan Apel gelar pasukan operasi kepolisian terpusat Ketu...

Article Image
Posko THR Keagamaan Disnaker Kabupaten Pasuruan Mulai Kedatangan Banyak Pekerja

Hingga H-9 Lebaran, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang didirikan oleh Dinas Ke...