Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Budidaya Pisang Cavendish, Primadona Petani Buah di Desa Lajuk

Gambar berita
09 April 2020 (15:37)
Ekonomi
42478x Dilihat
0 Komentar
admin

Komoditas tanaman jenis Pisang Cavendish atau yang biasa dikenal dengan Pisang Ambon Putih saat ini menjadi primadona di kalangan petani pemula di Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan yang serius menggeluti dunia perkebunan. Hal itu bukan tanpa alasan. Pertumbuhan tanamannya relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis pisang lokal. Sehingga masa panennya cukup membutuhkan sekitar 8-9 bulan usia masa tanam. Perbandingannya, masa panen jenis Pisang lokal membutuhkan waktu antara 1- 1,5 tahun.

Adalah Salman at Tramrini, warga Desa Lajuk yang mulai menekuni budidaya Pisang Cavendish. Ia menceritakan bahwa tanaman buah yang sedang getol dikembangkannya saat ini sangat banyak peminatnya. Terlebih dari ketersediaan di pasaran masih jarang dijumpai di pasar-pasar tradisional karena  lebih banyak masuk di toko-toko retail.

Oleh karena itu ia sangat optimis dengan budidaya Cavendish yang saat ini dikembangkannya. Dengan banyaknya permintaan yang terus berdatangan, ia yakin ke depannya dapat memenuhi kebutuhan pasar.

“Saya optimis, budidaya Pisang Cavendish makin maju. Apalagi kan sekarang peminatnya makin banyak. Distribusinya kan masih sebatas di toko-toko modern seperti minimarket. Di pasar tradisional masih sangat jarang ada”, tuturnya.

Awalnya, Salman hanya menanam bibit Pisang Cavendish sekitar 60 batang saja. Bibitnya diperoleh dari petani tetangga Desa dengan harga 15 ribu perbatangnya. Saat dikunjungi  Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Setia Kawan di kebunnya ia menceritakan, ada sekitar 30 pohon yang siap dipanen. Harga kisaran dalam setiap satu tandannya sekitar 150 ribu. Dengan demikian, secara keseluruhan ia akan memperoleh 4,5 juta dari hasil panen separuh kebunnya.

"Andai saya punya lahan 1 hektar, bisa ditanami 350 bibit tanaman. Taruhlah harga Pisang setiap tandannya 100 ribuan, kalau dikalikan 350 pohon kan nantinya bisa mengantongi keuntungan kurang lebih 35 juta', ujar pria yang sebelumnya menanam pohon Sengon tersebut dengan nada penuh optimis.

Dari segi pemasaran, buah kaya vitamin yang makin banyak digemari masyarakat di segala usia tersebut tidaklah sulit. Bahkan relatif mudah karena tengkulak yang biasanya langsung datang sendiri ke pemilik kebun. (Eka Maria+Lutfi KIM Setia Kawan)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Lembah Pendawa Pandaan. Hadirkan Nuansa Pulau Dewata Yang Memanjakan Mata

Bali, ikon pariwisata dunia asal Indonesia dikenal sebagai surganya dunia. ...

Article Image
Keberhasilan Pemkab Pasuruan Terapkan Manajemen Talenta Pertama di Jatim, Ditiru dan Diikuti Banyak Daerah

Langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan metode manajemen talenta dalam...

Article Image
Kumpulkan Camat, Kades dan Kasun di wilayah Rawan Kekeringan. Mas Rusdi Pastikan Masyarakat Tak Kesulitan Air Bersih

Persiapan menghadapi musim kemarau, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengumpulkan c...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Investasi di Kabupaten Pasuruan Harus Kondusif dan Berdampak Baik pada Lingkungan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan bahwa PT. Stasionkota Saranapermai belu...

Article Image
Halal Bihalal dan Pembinaan Pegawai, Wabup Shobih Ajak Seluruh Pegawai Dinas SDA, Bina Marga dan Bina Konstruksi Tingkatkan Etos Kerja

Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan...