Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Intip Produksi Makanan Olahan Berbahan Dasar Ikan Lempuk

Gambar berita
25 Februari 2020 (19:14)
Ekonomi
9561x Dilihat
0 Komentar
admin

Danau Ranu di Grati, Kabupaten Pasuruan yang saat ini menjadi viral setelah ada tambahan “Spot Selfie Romantis”, tak hanya menyimpan potensi pariwisata saja. Melainkan menghasilkan potensi ikan lempuk yang terbukti sukses disulap menjadi makanan olahan.

Yap, Lempuk merupakan ikan yang hanya bisa hidup di Ranu Grati dan Jepang. Hanya saja, banyak yang mengatakan kalau lempuk di Jepang warnanya lebih gelap dan rasanya tidak segurih di Grati. Ikan mini berukuran 3-4 sentimeter ini memiliki kadar protein tinggi, yang baik untuk pertumbuhan anak. Tak salah, banyak sekali produk olahan ikan lempuk yang sukses di pasaran. Mulai dari lempuk kering, lempuk krispi, pepes lempuk, krupuk lempuk, hingga nugget lempuk.

Srina Food, salah satu usaha dagang (UD) yang sudah 20 tahun lebih memperkenalkan segala macam produk olahan berbahan dasar ikan lempuk.

Sang owner, Srina (46) mengaku tertarik dengan usaha olahan lempuk secara tak sengaja. Dulu, Srina hanya suka memasak kue-kue basah tradisional. Lama kelamaan, ketika ikan lempuk tengah “amber” alias membludak tapi tak banyak tahu cara pengolahannya, di situlah mulai tergerak hatinya untuk membuat makanan olahan ikan dari lempuk.

“Pokoknya amber waktu itu. Terus banyak yang bingung mau diapain ya ikan lempuk ini. Akhirnya bude saya yang memulai membuat krispi lempuk, dan saya mengikutinya,” ucapnya.

Ditemui di sela-sela kesibukannya, Selasa (25/02/2020) siang, Srina mengaku pertama kali membuat lempuk krispi, dan langsung mendapat sambutan positif dari masyarakat. Lempuk krispi buatannya sangat disukai oleh penduduk sekitar maupun penyuka makanan olahan ikan sampai Jakarta, Bandung dan kota-kota besar lainnya.

Setelah sukses dengan lempuk krispi, Srina mencoba membuat olahan lainnya. Seperti lempuk kering, pepes lempuk, krupuk lempuk, hingga nugget lempuk. Seluruh makanan olahannya dihadirkan dengan cita rasa yang tinggi dan kualitas produksi yang baik.

“Contohnya kalau lagi goreng lempuk, minyaknya harus sekali pakai. Saya gak mau dibuat dua kali, karena customer saya bisa lari kalau digitukan,” ungkapnya.

Srina menjamin, makanan buatannya berbeda dengan olahan dari orang-orang yang juga ikut berkecimpung di dunia yang sama. Perbedaannya terletak pada bagaimana memperlakukan makanan sebelum dijual ke public. Hal itu penting agar customer tetap percaya pada dagangannya.

“Kita jualan bukan hanya jualan makanan saja, tapi kualitas. Saya menomor satukan itu. Jangan sampai pelanggan saya kecewa karena berubah rasa atau sajian makanannya,” tegasnya.

Dalam sehari, Srina bisa memproduksi hingga 10 kilogram per item makanan. Tak sendirian, Srina juga memberdayakan warga untuk membuat makanan olahan, sama seperti dirinya. Saat ditanya perihal harga makanan olahan, Srina menjelaskan, untuk lempuk krispi kemasan 100 gram dijual seharga Rp 16 ribu. Kemasan 150 gram dijual Rp 24 ribu, kemasan 250 gram dijual Rp 35 ribu. Begitu pula untuk lempuk kering isi 20 keping dihargai Rp 34 ribu.

Semua produk olahannya tak hanya dijual ke masyarakat sekitar saja. Melainkan perusahaan, instansi pemerintah sampai mengisi stan pameran ke luar kota. Selain lempuk, Srina juga menerima produk UKM seperti stik rajungan, rengginang cumi dan kripik mangrove dari Nguling. Ada pula kerupuk ikan tenggiri dari Lekok, betik krispi, kupang krispi dan petis kupang dari Bangil, stik susu, abon ikan gabus, ayam dan daging dari wilayah lain di Kabupaten Pasuruan.

“Yang penting menjaga kualitas. Kalau sudah nurut keinginan saya, pasti saya terima dan saya jual,” singkatnya kepada Suara Pasuruan.

Dengan banyaknya pesanan yang datang kepadanya, Srina tak serta merta puas begitu saja. Kini, inovasi terus dilakukan agar usahanya ini dapat diterima dengan baik di pasaran. Utamanya dalam mencari cara agar bisa menghilangkan bau amis ikan lempuk.

Ia juga tak pelit berbagi rahasia tentang kunci kesuksesannya. Menurutnya, cara agar ikan lempuk tak amis bukan diberi perasan jeruk, tapi dicuci dengan air mengalir sampai busa dari ikan lempuk hilang. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Keberhasilan Pemkab Pasuruan Terapkan Manajemen Talenta Pertama di Jatim, Ditiru dan Diikuti Banyak Daerah

Langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggunakan metode manajemen talenta dalam...

Article Image
Kumpulkan Camat, Kades dan Kasun di wilayah Rawan Kekeringan. Mas Rusdi Pastikan Masyarakat Tak Kesulitan Air Bersih

Persiapan menghadapi musim kemarau, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengumpulkan c...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Investasi di Kabupaten Pasuruan Harus Kondusif dan Berdampak Baik pada Lingkungan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan bahwa PT. Stasionkota Saranapermai belu...

Article Image
Halal Bihalal dan Pembinaan Pegawai, Wabup Shobih Ajak Seluruh Pegawai Dinas SDA, Bina Marga dan Bina Konstruksi Tingkatkan Etos Kerja

Dinas Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan...

Article Image
Hadiri Pengajian dan Sholawat HUT ke-45 SMAN 1 Bangil, Gus Shobih Beri Semangat Kepada Para Siswa dan Guru

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45, SMA Negeri 1 Bangil meng...