Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ratusan Orang Gelar Aksi Tanam dan pelihara Pohon di Lahan Rawan Tanah Gerak di Purwodadi

Gambar berita
10 Februari 2026 (17:13)
Lingkungan
537x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Pasca kejadian tanah gerak yang terjadi beberapa bulan lalu, ratusan orang dari berbagai lapisan masyarakat melakukan aksi tanam dan pelihara pohon di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Selasa (10/2/2026) pagi.

Kegiatan cinta lingkungan itu dilakukan di lahan rawan tanah gerak dengan melibatkan banyak unsur, mulai dari Pemkab Pasuruan, DPRD, LMDH, pegiat lingkungan, Perhutani, TNI, Polri, hingga pihak perusahaan.

Pantauan di lokasi, Pemkab Pasuruan diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad. Hadir pula Administratur Perhutani KPH Pasuruan, Ivan Cahyo Susanto kemudian salah satu anggota DPRD Kabupaten Pasuruan sekaligus pegiat lingkungan, Sugiharto dan lainnya. 

Tak kurang dari 4.000 pohon ditanam di kawasan tersebut. Jenisnya pun beragam, mulai dari nangka, alpukat, hingga tanaman produktif lainnya.

Menurut Syaifudin, berdasarkan kajian BPBD Provinsi Jawa Timur, kawasan Sempu tergolong rawan tanah gerak. Oleh karenanya, gerakan penanaman pohon menjadi langkah mitigasi yang penting dan mendesak.

“Karena tanahnya bergerak, salah satu mitigasinya adalah menanam pohon di lahan-lahan kritis agar risiko bencana bisa ditekan,” katanya.

Dijelaskan Syaifudin, saat ini terdapat lebih dari 26 hektare lahan kritis di kawasan tersebut. Meski ribuan pohon telah ditanam, upaya pemulihan masih perlu dilanjutkan secara berkelanjutan.

"Kebersamaan ini menyatu dalam satu tujuan. Yakni memulihkan lahan kritis dan meminimalkan risiko bencana. Maka dari itu, penanaman ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah sekaligus memberi nilai ekonomi jangka panjang bagi masyarakat," harapnya. 

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Pasuruan Ivan Cahyo Susanto menegaskan bahwa penanaman di lahan kritis terus dilakukan.

Namun, dukungan lintas sektor sangat dibutuhkan agar pemulihan berjalan optimal.

“Tidak ada cara lain selain menanam. Apalagi kawasan ini merupakan area perlindungan untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Syaiful perwakilan perusahaan, menyampaikan bahwa keterlibatan dunia usaha merupakan bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan, mengingat keberadaan sumber air yang juga dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

Adapun perusahaan yang terlibat dalam kegiatan sosial tersebut yakni PT Megamarine Pride, PT Baramuda Bahari, PT Aquase, dan PT Mitra Alam Segar (MAS).

“Gotong royong menanam hari ini menjadi ikhtiar menjaga bumi agar kembali kuat, kembali pulih, dan masyarakat terlindungi dari ancaman bencana,” tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Desa Wonosari, Tutur

Kecamatan Tutur dikenal sebagai salah satu wilayah di Kabupaten Pasuruan yang ka...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bentuk Tim Fasilitasi TJSL BU

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Bapperida menggelar Sosialisasi Tahap Il P...

Article Image
Sehari, KPSP Setia Kawan Nongkojajar Produksi Susu Segar 110 Ton

Selama hampir 70 tahun, Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan Nongko...

Article Image
Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Gigi. BUNDA PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Luncurkan Buku "Medi Si Gigi Putih"

Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 di Kabu...