Kesegaran rasa dan ranumnya tampilan
buah yang selalu tampak segar dari kebunnya identik dengan penggambaran
terhadap Apel hasil panen petani di Kecamatan Tutur. Tak mengherankan jika
banyak masyarakat terutama para pecinta buah yang begitu menggemarinya sebagai
buah berkualitas di tanah air.
Sejak dahulu Kecamatan Tutur dikenal
sebagai daerah penghasil Apel berkualitas tinggi yang selama ini
didistribusikan ke beberapa wilayah di tanh air. Bentangan kebun Apel dapat
dijumpai di 12 Desa, diantaranya di Blarang, Nongkojajar dan Andonosari.
Sedikitnya ada 3 varietas Apel yakni Manalagi, Rome Beauty dan Anna yang ditanam di atas lahan seluas 744.91 hektar. Setiap tahunnya, petani Apel di Kecamatan Tutur mampu menghasilkan panen hingga 21.072.50 ton buah. Masa panen buah Apel mencapai puncak pada bulan Januari – Maret dan Juli – Agustus.
Produksi Apel dari Kabupaten Pasuruan pada umumya dipasarkan di dalam wilayah Kabupaten Pasuruan dan luar Kabupaten Pasuruan (Malang, Surabaya, Semarang, Bali dan Jakarta). Dengan demikian, praktis menjadikan kawasan perkebunan Apel di Kecamatan Tutur sebagai salah satu penghasil Apel terbesar di Jatim.
Peningkatan produktivitas tanaman
tersebut tidak lepas dari bermacam upaya peningkatan kualitas hasil pertanian
yang intens dilakukan selama ini. Seperti penerapan teknologi budidaya yang
baik dan benar, penggunaan pupuk organik, pengendalian Organisasi Pengganggu
Tanaman (OPT) melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SL-PHT) dan
Sekolah Lapang Agen Hayati (SL-AH) serta pengembangan kawasan sentra Apel.
Harga jualnya dibagi dalam beberapa cluster yang ditentukan dari harga di tingkat produsen/pengepul. Untuk Apel grade A dibandrol sekitar Rp 17.000 s/d Rp 20.000. Tentunya, patokan harga tersebut sangatlah terjangkau untuk komoditas buah berkualitas premium yang semakin banyak digemari dipelosok negeri. (Eka Maria)