Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Warga Desa Kanigoro, Rembang, Kabupaten Pasuruan Sukses Budidaya Pisang Kepok Sistem Kuljar

Gambar berita
02 November 2022 (05:03)
Pertanian
8x Dilihat
admin

Isa Nurudin, warga Desa Kanigoro, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan sukses membudidayakan pisang gajih/kepok dengan sistem kultur jaringan.

Pria 56 tahun itu punya ribuan pohon pisang yang ia tanam di kebun seluas 1,5 hektar.

Saat ditemui di sela-sela memanen pisang di kebun miliknya pada senin (11/04/2022) siang, Isa bercerita awal ketertarikannya mengembangkan pisang kepok dengan metode kultur jaringan.

Menurutnya, ketertarikan menanam pisang dengan kuljar bermula di tahun 2018 lalu. Dari rasa penasaran tersebut lalu ia realisasikan dengan membeli tanah kosong yang lokasinya tak jauh dari kediamannya.

"Kebetulan tanahnya gersang tapi kalau disirami pasti gembur dan cocok untuk budidaya pisang," ungkapnya.

Gayung bersambut, ia lalu membeli banyak bibit pisang gaji dari Puslitkoka Jember. Total ada 1000 an bibit yang ia sebar di kebun miliknya hingga membuahkan hasil.

Buah pisang gajih dengan metode kuljar menghasilkan bentuk pisang yang sangat besar. Tepatnya berukuran dua kali lebih besar dari pisang pada umumnya. Selain itu, Isa menjelaskan bahwa rasa pisang juga tak berubah menjadi lebih asam, namun sama manisnya dengan gajih yang berukuran normal.

"Buahnya jumbo. Semua orang bilang pisang jumbo, karena memang ukurannya dua kali dari pisang gajih pada umumnya," singkatnya.

Seperti diketahui, pada dasarnya kultur jarungan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian-bagian tanaman seperti sel, jaringan atau organ serta menumbuhkannya secara aseptis (suci hama) di dalam atau di atas suatu medium budidaya. Sehingga bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.

Kata Isa, metode kuljar sangat tepat untuk pisang. Lantaran juga menghasilkan buah yang lebih besar, pohon yang tahan cuaca dan kualitas rasa yang mumpuni.

"Pokoknya metode kuljar ini yang terbaik" singkatnya.

Sementara itu, dalam satu pohon bisa menghasilkan 8-10 cengkeh buah berukuran jumbo. Per satu cengkeh dijual antara Rp 15-20 ribu. Namun di momen ramadhan ini, ia menjualnya hanya separuh harga.

"Hitung-hitung beramal untuk warga yang ingin membuat kolak atau pisang goreng atau keripik," jelasnya. (emil)

 

Berita Lainnya

Article Image
Entok Jumbo dan Hias Sukses Dikembangkan di Kabupaten Pasuruan

Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata entok, mentok atau yang popul...

Article Image
Pengurus KNPI Kabupaten Pasuruan 2026-2029 Dilantik. Mas Rusdi : Jaga Kekompakan dan Kami Tunggu Kontribusi Positif untuk Pembangunan

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pa...

Article Image
Hafal Juz 30 dan Surat-Surat Pilihan. 638 Siswa-Siswi MI se-Kabupaten Pasuruan, Diwisuda

Sebanyak 638 siswi/siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan resmi di...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Layanan Pemerintah Kepada Masyarakat Harus Disederhanakan dan Gak Ribet

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan segala urusan yang ada kaitannya denga...

Article Image
Gus Shobih Buka Sosialisasi Dana Hibah Bagi Guru PAUD dan PNF se-Kabupaten Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi ban...