Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

3 Orang Meninggal Demam Berdarah. Dinkes Kabupaten Pasuruan Ajak Warga Jadi Jumantik di Rumahnya

Gambar berita
10 Februari 2022 (16:34)
Kesehatan
2864x Dilihat
0 Komentar
admin

Selain bahaya omicron, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran demam berdarah (DB).

Pasalnya, dalam sebulan terakhir, tiga warga Kabupaten Pasuruan tercatat meninggal dunia diantara 68 pasien DB yang dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, Ani Latifah mengatakan, demam berdarah merupakan penyakit berbahaya yang sejatinya dekat dengan kematian. Dalam artian apabila tidak dideteksi sejak dini, resikonya besar.

"Apalagi ciri-cirinya terkadang mengagetkan. Tiba-tiba drop kemudian dilarikan ke rumah sakit. Dan sudah dinyatakan dalam kondisi yang berbahaya," kata Ani saat ditemui di kantornya, Kamis (10/02/2022).

Dengan seberbahaya itu, Ani pun mengingatkan warga agar betul-betul menjaga kebersihan tempat tinggal. Khususnya menghindari genangan-genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk aedes agypty.

”Kalau ada genangan di botol, kaleng atau apa, mending dibuang saja. Kalaupun di pot yang berair, bisa dikasi ikan cupang supaya jentiknya bisa dimakan ikan," singkatnya.

Diungkapkannya, selama tahun 2021 lalu, jumlah penderita DB tercatat mencapai 163 kasus. Dari jumlah itu, empat di antaranya meninggal dunia. Oleh karenanya, momen musim penghujan harus betul-betul diwaspadai. Caranya dengan menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 5 M, yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Juga, membuang kaleng bekas dan memasukkan ikan cupang atau bubuk abate ke dalam setiap genangan air.

Dinkes pun kata Ani juga telah meminta kader jumantik segera bergerak mengawasi penyebaran jentik-jentik nyamuk demam berdarah di sekitar RT/RW masing-masing.

”Kita gerakkan jumantik dan kita ajak warga jadi juru jumantik di rumahnya masing-masing," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
DWP Kabupaten Pasuruan dan Finna Food Gelar Lomba Memasak Berbahan Dasar Udang

Puluhan Tim dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari seluruh OPD maupun Kecamatan...

Article Image
Mas Rusdi Resmikan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan

Warga Kota dan Kabupaten Pasuruan kini tak perlu repot-repot ke luar daerah untu...

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...