Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

3453 Ibu Hamil di Kabupaten Pasuruan Sudah Divaksin

Gambar berita
30 September 2021 (09:32)
Kesehatan
2852x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga Rabu (29/09/2021) kemarin, jumlah ibu hamil (bumil) di Kabupaten Pasuruan yang sudah divaksin mencapai 3453 orang.

Apabila diprosentasekan, maka cakupan vaksinasi khusus bumil sudah mencapai 63,36%.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah mengatakan, vaksinasi bumil sudah dimulai sejak dua minggu lalu. Dimana dari pendataan yang dilakukan Kantor KB-PP Kabupaten Pasuruan, jumlah bumil yang menjadi sasaran vaksinasi mencapai 5450 orang.

Dengan begitu, apabila dikurangi dengan mereka-mereka yang sudah divaksin, maka tercatat ada 1997 ibu hamil yang belum menjalani vaksinasi.

"Sampai akhir bulan ini, jumlah bumil yang sudah divaksin sebanyak 3453 orang, dan sisanya ada 1997 orang yang belum," kata Ani, di sela-sela kesibukannya, Kamis (30/09/2021) pagi.

Dijelaskannya, perempuan hamil memiliki peningkatan risiko bergejala berat jika terinfeksi COVID-19. Bahkan diprediksi akan lebih parah jika menular pada wanita hamil dengan kondisi medis tertentu. 

Oleh karenanya, vaksinasi kini dianjurkan agar penularan Covid-19 melalui ibu hamil dan menyusui, bisa semakin ditekan. 

“Ibu hamil merupakan golongan yang rentan terinfeksi COVID-19, karenanya vaksinasi terhadap mereka sangat penting untuk segera dilakukan. Apalagi pemberian vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil ini telah direkomendasikan oleh Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional,” tambahnya.

Untuk ibu hamil, vaksin yang akan diberikan yakni Sinovac, dan yang bisa divaksin adalah kehamilan di atas 13 minggu hingga 33 minggu. Kata Ani, untuk 1997 bumil yang belum divaksin disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya sedang dalam kondisi sakit ataupun memiliki komorbit tertentu, usia kandungan di bawah 13 minggu, dan ada bumil yang enggan untuk divaksin dengan alasan takut atau tak mendapat ijin suami.

"Sebelum divaksin tentu ada screening dari petugas kesehatan. Kalau ada komorbit, ya tidak boleh. Kalau lagi sakit ya ditunda hingga sembuh dulu. Nah bagi yang tidak mau, yang terpenting kami sudah menyarankan dan meyakinkan bahwa vaksin aman dan halal," himbaunya.

Ani menargetkan, cakupan vaksinasi bumil akan terus meningkat seiiring dengan meningkatnya pemahaman akan pentingnya vaksinasi.

"Vaksinasi ini adalah ikhtiyar untuk kita bisa menekan penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan bulan depan sudah selesai semua untuk ibu hamil," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wabup Gus Shobih Buka Liga Sepak Bola Piala Bupati Pasuruan Antar Pelajar SMP Sederajat

Momen Piala Dunia 2026 sepertinya memotivasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pasuruan Digembleng Militer

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Ne...

Article Image
Resmikan Tutur Agrotourism Festival 2026, Gus Shobih Ajak Semua Pihak Bantu Promosikan Wisata dan UMKM Lokal

Tutur Agrotourism Festival 2026 resmi dibuka di kawasan Agro Wisata Bhakti Alam,...

Article Image
Ketua Dekranasda, Merita Rusdi Sutejo Tegaskan Potensi Batik di Kabupaten Pasuruan Alami Progress Signifikan

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pasuruan, Merita Ru...

Article Image
Doa Bersama Tahun Baru Muharam 1448 H. Bupati Rusdi : Semoga Kabupaten Pasuruan Senantiasa Menjadi Daerah Yang Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur

Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Pemerintah K...