Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

4 Bulan, 55 Bencana Terjadi di Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
08 Mei 2018 (19:26)
Umum
4679x Dilihat
0 Komentar
admin

Selama 4 bulan terakhir, sebanyak 55 bencana terjadi di Kabupaten Pasuruan.

Banyaknya kejadian bencana tersebut merupakan catatan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan sepanjang awal tahun 2018 ini.

Bakti Jati Permana selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, bencana paling sering terjadi di Kabupaten Pasuruan adalah bencana banjir, yakni di 40 titik di wilayah Tengah, Timur sampai Barat.

“Karena awal tahun sampai  pebruari adalah tinggi-tingginya curah hujan, sehingga daerah-daerah yang seringkali menjadi langganan banjir, kembali disambangi kiriman air bah,” kata Bakti saat ditemui di kantornya, Selasa (08/05/2018).

Hanya saja, meski terbilang banyak, jika dibandingkan awal tahun lalu, intensitas jumlah kejadian bencana banjir lebih sedikit pada awal tahun 2018 ini. Kata Bakti, hal tersebut disebabkan adanya El Nino yang menyebabkana curah hujan yang cukup tinggi dan berakibat seringnya banjir di hampir semua wilayah terdampak.

“Tahun lalu cuacanya sangat ekstrim. Jika dibandingkan tahun lalu, bencana banjir tahun ini memang lebih sedikit. Namun untuk data kita hitung memang perkecamatan kendati durasi datangnya bersamaan. Sehingga catatan sampai bulan April mencapai 40 lokasi di awal tahun ini,” jelasnya.

Banjir sendiri paling tinggi terjadi pada 6 Januari yang berlangsung sampai 11 januari. Dan ada pula banjir tinggi pada 16-`19 Februari, 22 Februari dan 22-24 Maret. Tercatat banjir terjadi dari Kecamatan Grati, Rejoso, Pohjentrek, Kraton, Bangil, Beji, Gempol, Winongan, Rembang, Nguling sampai Wonorejo.

Sedangkan longsor terjadi hingga 12 kali mulai di Lumbang, Tutur, Tosari, Puspo dan Kejayan. Untuk Puting beliung yang cukup besar terjadi di Kecamatan Kraton dan Purwosari dan lainnya ada 1 rumah yang rusak tersapu banjir.

Dari data tersebut, untuk total dana kebencanaan yang sudah digunakan mencapai Rp 400 juta. Jumlah ini adalah untuk keperluan dapur umum seperti nasi bungkus, mie instan, pembelian terpal, sandbag sampai pengiriman air bersih.

Selama bulan Mei ini dikatakan masih masuk musim peralihan dari Hujan ke Kemarau. Namun karena curah hujan sudah rendah dikatakan resiko bencana sudah minim.

“Namun biasanya karena musim peralihan yang terserah stamina tubuh sehingga diharapkan masyarakat bisa menjaga kesehatan,” pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan dan TNI AL Sepakat Bentuk Tim Ad Hoc Percepat Penyelesaian Sengketa Lahan di Lekok dan Nguling

Pemerintah bersama TNI AL sepakat membentuk Tim Ad Hoc untuk mempercepat penyele...

Article Image
Berangkatkan Peserta Bromo KOM 2026. Wabup Gus Shobih : Ajak Semua Keluarga Anda Berlibur dan Berwisata di Kabupaten Pasuruan

Bromo KOM 2026 resmi dimulai. Ajang pertemuan para pesepeda rekreasional, pengho...

Article Image
Bupati Pasuruan Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Bupati Pasuruan Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Region...

Article Image
33 Desa di Kabupaten Pasuruan Telah Ditetapkan Sebagai Desa Tangguh Bencana

Sebanyak 33 desa di Kabupaten Pasuruan kini telah ditetapkan sebagai Desa Tanggu...

Article Image
Ikuti Rapat Dengar DPR RI. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Terus Perjuangkan Kepastian Hukum Warga Lekok Sampai Tuntas

Persoalan sengketa lahan antara masyarakat dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) di sal...