Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

48.995 PBI JKN di Kabupaten Pasuruan, Dinonaktifkan

Gambar berita
14 Oktober 2019 (14:50)
Pelayanan Publik
4724x Dilihat
0 Komentar
admin

Per oktober ini, Pemerintah menonaktifkan sebanyak 48.995 warga Kabupaten Pasuruan yang merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Program Jaminan Kesehatan Nasional alias BPJS Kesehatan.

Mereka adalah masyarakat yang tidak lagi masuk klasifikasi warga prasejahtera yang membutuhkan bantuan sosial, termasuk PBI.

Mahmuda Nur, Kabid Linjamsos (Perlindungan dan Jaminan Sosial) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan mengatakan, jumlah tersebut meningkat dari data bulan September, yakni sebanyak 45.919 peserta PBI JKN yang dinonaktifkan.

Banyaknya peserta yang dinonaktfikan, lantaran disebabkan beberapa hal. Yakni memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan status tidak jelas. orang meninggal dunia, memiliki data ganda, dan pindah segmen atau menjadi lebih mampu, serta tidak masuk BDT-SIK-NG (Basis data terpadu system informasi kesejahteraan next generation) alias DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

“Paling banyak adalah karena tidak masuk DTKS. Dalam artian mulai dari operator di tingkat desa yang datanya tidak valid. Contohnya ada warga yang mampu tapi menjadi peserta PBI-JKN. Tapi ada yang miskin tapi justru tidak mendapatkan kesempatan untuk jadi peserta PBI-JKN,” kata Mahmuda, di sela-sela kesibukannya, Senin (14/10/2019).

Ditambahkannya, PBI yang dinonaktifkan tersebut akan digantikan dengan pendaftaran PBI baru dengan jumlah yang sama yang berasal dari DTKS dengan pemutakhiran terbaru. Bila ada warga yang tadinya merupakan peserta PBI dan kemudian dinonaktifkan, Mahmuda meminta mereka bisa menghubungi Dinas Sosial untuk berkoordinasi agar tetap dinyatakan sebagai warga yang berhak menerima PBI.

"Melalui langkah ini diharapkan tidak ada keuangan negara yang bocor untuk warga yang tidak berhak masuk sebagai peserta PBI. Artinya seluruh pemberian bantuan untuk penanganan fakir miskin harus mengacu pada DTKS yang ditetapkan Menteri Sosial, agar tepat sasaran, termasuk bantuan PBI JK," jelasnya.

Diketahui, peserta PBI JKN merupakan peserta BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh APBN. Peserta PBI biasanya masyarakat miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Mas Rusdi Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Siap-siap, Sensus Ekonomi 2026 akan segera dimulai.Di Kabupaten Pasuruan, dimula...

Article Image
Bupati Rusdi Hadiri Tasyakuran dan Soft Opening Command Center Terintegrasi

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasuruan memulai operasi...

Article Image
Pimpin Rakor dan Launching Mobil Operasional Satgas MBG. Bupati Pasuruan : Jadilah Satu Kesatuan Yang Saling Menguatkan Sampai Program Berhasil

Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan seluruh penerima...

Article Image
Berkunjung ke SPPG Sumbergedang, Pilot Project Pengelola MBG di Kabupaten Pasuruan

Apa yang anda pikirkan saat berbicara tentang program Makan Bergizi Gratis alias...

Article Image
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Apresiasi KOMPPAK Kabupaten Pasuruan Gelar Festival Jamu, Pesona Kuliner dan Kriya

Tahun ini, Komunitas Pengusaha Perempuan Aktif dan Kreatif (KOMPPAK) Kabupaten P...