Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Baru, Batik Ikang Sengkaring Khas Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
26 Februari 2020 (16:56)
Ekonomi
4636x Dilihat
0 Komentar
admin

Ikan Sengkaring yang hidup berkoloni di Pemandian Alam Banyubiru, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, ternyata bisa dituangkan menjadi motif batik yang berkelas.

Adalah Ferry Sugeng Santoso, Pembatik Sukorejo, Kabupaten Pasuruan yang menyulap ikan sengkaring sebagai motif batik baru yang dibuatnya.

Ditemui di rumah plus gallery “Alam Batik”, Dusun Pajaran, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Rabu (26/02/2020) siang, Ferry mengaku tertarik membuat batik dengan motif ikan sengkaring, lantaran ingin mempopulerkan Banyubiru sebagai potensi wisata asli Kabupaten Pasuruan.

“Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk bagaimana bisa mempopulerkan Banyubiru. Salah satunya melalui batik ikan sengkaring ini,” akunya.

Dijelaskan Ferry, ide menjadikan ikan sengkaring sebagai motif batik mulai muncul sejak 2 tahun lalu. Hanya saja, untuk menentukan motif yang menunjukkan karakter ikan sengakring yang hidup bergerombol alias koloni, baru direalisasikan pada oktober tahun 2019 lalu.

“Susahnya adalah menciptakan motif yang menunjukkan karakter kuat ikan sengkaring. Ikan sengkaring ini hidupnya berkoloni, ada yang kecil tapi ada yang sangat besar sampai 1,5 meter,” katanya.

Keberanian Ferry dalam menciptakan motif baru, disambut positif para penyuka batik. Karyanya dilirik oleh pembeli hingga ibukota dan mancanegara. Ia mengungkapkan bahwa 2 batik ikan sengkaringnya, terjual dengan harga sampai Rp 15 juta.

“Makanya saya tambah semangat untuk memperbanyak batik motif ikan sengkaring ini,” ungkapnya kepada Suara Pasuruan.

Untuk bisa membuat sebuah batik yang sudah jadi, dibutuhkan waktu antara 2 minggu sampai satu bulan. Lamanya proses pengerjaan, dikarenakan factor ketelatenan dan kesabaran yang harus dimiliki setiap pembatik. Kata Ferry, batik itu tidak menjual gambar atau bentuk, melainkan proses pengerjaan yang harus detail.

“Kalau penyuka batik, pasti tidak melihat harganya. Tapi keindahan sebuah batik itu sendiri. Batik mahal karena proses pengerjaannya, bukan motif atau gambarnya,” ucap pria yang selalu tampil nyentrik ini.

Dengan dimunculkannya batik ikan sengkaring, pria yang beberapa kali menyabet penghargaan dari Pemerintah Pusat ini berharap, batik semakin disukai semua kalangan. Mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Menurut Ferry, batik bisa dikombinasikan dengan pakaian kekinian. Bahkan dengan jeans sekalipun.

“Batik semakin ke sini semakin disuka, mulai kalangan anak-anak sampai orang dewasa. Harapannya batik menjadi budaya, yakni budaya mengenakan batik sejak dini,” tegasnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Layanan Vaksin Internasional Kini Hadir Di RSUD Grati

Layanan Vaksin Internasional kini hadir RSUD Grati.Rumah sakit kebanggaan masyar...

Article Image
Bluder Kentang Bromo Khas Desa Tosari Siap Jadi Oleh-Oleh Wisatawan

Berwisata ke Gunung  Bromo sudah pasti banyak dilakukan oleh para wisatawan...

Article Image
Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasu...

Article Image
Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika, Pemkab Pasuruan Intens Gelar Dialog Interaktif Bersama BNN di LPPL Radio Suara Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

Article Image
Peringati Hari Kartini, PT Sorini Agro Asia Corporindo, Cempaka Foundation, DLH dan TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Aksi Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuna

PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Pandaan Plant) bersama Cempaka Foundatio...