Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Batik Bama, Padu Padankan Motif Bunga Kenanga Tanjung Khas Desa Kemantren, Rejoso

Gambar berita
27 Mei 2024 (02:30)
Ekonomi
2542x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Potensi Desa Kemantren Rejo, Kecamatan Rejoso yang kaya akan Bunga Kenanga Tanjung, dimanfaatkan betul oleh Jumiati sebagai motif batik buatannya.

Perempuan 60 tahun itu berhasil menciptakan batik bermotif bunga kenanga tanjung yang ia namai Batik Mantren alias "Bama". Batik itu kini menjadi favorit para pecinta batik khas daerah. Terlebih para ASN perempuan Pemkab Pasuruan yang diwajibkan memakai syal batik setiap hari rabu, banyak yang memesan kepada Jumiati.

"Terus bersyukur karena sampai hari ini banyak yang pesan batik saya. Baik itu kain, dan yang banyak sekarang ya syal batik. Seperti puskesmas Ngempit 60 syal, SD Rejoso Kidul 10 syal, untuk SD Pandanrejo 10 juga 10 syal dan lainnya," kata Jumiati saat ditemui di rumahnya, Minggu (26/5/2024).

Awal ketertarikannya membatik dimulai ketika Jumati mengikuti pelatihan membatik di desanya sekitar tahun 2016 silam. Selama pelatihan, ia tak punya kemampuan membatik sama sekali. Hanya berbekal piawai menjahit, Jumiati nekat belajar membatik dan ternyata membuatnya jatuh cinta.

"Tahunya ya batik di toko-toko kok bagus-bagus. Dari situ saya nekat mencoba, dan ketika bisa ternyata saya tambah jatuh hati sama batik," ungkapnya.

Saking cintanya dengan batik, Jumati sempat membuatkan pakaian khas batik untuk semua anggota keluarganya. Termasuk ketika salah seorang anaknya menikah, ia juga menghadiahkan batik untuk bisa dipakai di hari pernikahannya.

"Pas anak saya menikah juga sengaja dibikinkan batik supaya bisa dipakai. Senang sekali pokoknya dengan batik," singkatnya.

Saat ditanya alasan ketertarikannya dalam dunia membatik, Jumiati menegaskan bahwa batik adalah warisan dunia yang berasal dari Indonesia. Sehingga sangat rugi apabila tidak dilestarikan, khususnya batik tulis yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia.

Selain itu, batik kini disukai oleh semua kalangan serta apabila menjadi pakaian bisa digunakan di setiap acara, baik formal maupun non formal.

"Saya penasaran kenapa batik bisa mahal, ternyata prosesnya yang lama, tapi itulah seninya membatik," terangnya.

Kini, membatik menjadi sebuah hobi yang menghasilkan bagi Jumiati. Dengan dibantu 5 orang serta suami tercintanya, Sudirman (60) hari-hari Jumiati disibukkan dengan kegiatan membatik, mulai dari mendesain gambar, mencanting, pewarnaan hingga finishing.

"Kebetulan suami saya pintar sekali melakukaan pewarnaan. Bahkan lebih lihai dari saya. Pokoknya alhamdulillah karena bisa diberi kemampuan membatik dan banyak yang suka," tutupnya.

Saat ditanya harga, batik-batik buatannya dibrandol dengan harga mulai Rp 250 ribu hingga jutaan rupiah. Tergantung dari motif dan tingkat kesulitan dalam membuat batik yang dipesan para pelanggannya.

"Rata-rata antara Rp 250 ribu atau Rp 300 ribu. Paling mahal ya sampai jutaan karena tingkat kesulitannya juga banyak," tegasnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...

Article Image
Mas Bupati Rusdi Lantik 16 Pejabat Eselon II, 105 Eselon III dan 176 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab Pasuruan

Hari ini, Kamis (8/1/2026), Mas Bupati Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan melan...