Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

BPBD Gelar Sosialisasi dan Diseminasi Penilaian Ketangguhan Desa

Gambar berita
17 Juli 2024 (10:33)
Pemerintahan
1741x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan menggelar sosialisasi dan diseminasi penilaian ketangguhan desa (PKD), Rabu (17/7/2024).

Sosialisasi tersebut digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti dan dibuka oleh Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto. Hadir pula Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutedjo; Sekda Yudha Triwidya Sasongko; dan undangan lainnya. Sedangkan pesertanya adalah ratusan kepala desa se-Kabupaten Pasuruan serta para camat.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan, Diano Fella Very menjelaskan, tujuan digelarnya sosialisasi PKD adalah untuk pendidikan dan penyadaran resiko bencana pada masyarakat dan semua pihak.

Apalagi dalam dua tahun terakhir, jumlah kejadian bencana di Kabupaten Pasuruan mengalami peningkatan dari 261 kejadian di tahun 2022. Sedangkan di tahun 2023, jumlahnya mencapai 281 kejadian.

"Maka dari itu, kegiatan sosialisasi dan diseminasi PKD ini terbukti mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah," jelasnya.

Selama sosialisasi, para peserta boleh bertanya bebas seputar PKD kepada BPBD Kabupaten Pasuruan hingga para pendamping desa. Kata Diano, sosialisasi PKD bisa menjadi embrio pelaksanaan PKD yang nantinya dapat dilaksanakan secara mandiri oleh Pemerintah Desa.

"Karena nantinya yang menentukan tangguh tidaknya desa ya desa itu sendiri. Ada Pemerintahan di Desa yang bisa mengajak seluruh lapisan masyarakat di desa untuk membangun desa tangguh bencana," jelasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto mengatakan, PKD harus mulai dipraktekkan untuk mengukur dan memetakan potensi penanggulangan bencana di masing-masing desa. Sehingga akan memudahkan upaya kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengurangan resiko bencana yang lebih baik.

"Yang perlu dilakukan adalah mendiseminasikan praktik-praktik baik ini kepada seluruh desa di Kabupaten Pasuruan. Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, saya harap desa-desa lain dapat mengadopsi dan mengadaptasi praktik baik ini di lapangan," katanya.

Tak lupa, Andriyanto juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan aktor pentahelix perlu ditingkatkan.

"Sebab semua pihak memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana," singkatnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...

Article Image
Resmikan RSNU Pasuruan, Gubernur Khofifah Tekankan Layanan Kesehatan Yang Harus Makin Berkualitas dan Terakses Merata

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap, kehadiran Rumah Sakit Na...

Article Image
Gubernur Khofifah Resmikan Rumah Sakit Nahdhatul Ulama Pasuruan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Rumah Sakit Nahdlatul U...

Article Image
Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan IHCBA 2025

Awal tahun 2026, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meraih penghargaan dalam ajang In...