Jika ingin berkontribusi dalam pembangunan dan mengabdikan diri kepada masyarakat, mahasiswa sebagai agen perubahan harus benar-benar menguasai data. Pernyataan itu disampaikan Bupati Irsyad Yusuf pada saat didapuk sebagai pemateri kuliah tamu bagi mahasiswa/mahasiswi Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam forum diskusi bertema âBelajar dari Pengalaman Alumni UMM dalam Mengabdi Kepada Bangsa dan Negara" tersebut, Kepala Daerah menjabarkan tentang strategi sekaligus berbagi motivasinya kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang hadir memenuhi Hotel Kapal Garden Sengkaling, Dau, Malang. Khususnya selama mengemban amanah sebagai Bupati selama dua periode.
"Peran kita semua untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat di bidang apapun. Kita harus menguasai data. Mau mengembangkan usaha misalnya, kita harus punya data dan rasional. Demikian juga saya menjadi Bupati harus punya misi dan visi, program pembangunan. Misal, data potensi daerah, demografi dan sebagainya," tandas Gus Irsyad demikian biasanya Ketua Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (IKA UMM) itu disapa.
Dalam agenda yang juga menghadirkan Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto dan Pakar Hukum Tata Negara, Ahmad Irawan sebagai narasumber tersebut, Bupati menjelaskan tentang bermacam aspek untuk mempercepat pembangunan. Tidak terkecuali dengan mengetahui serta mampu memetakan permasalahan yang masih banyak dijumpai di masyarakat.
"Kita juga harus mengetahui permasalahannya apa saja. Ingat, tujuan pembangunan adalah mensejahterakan masyarakat. Karena itu sesudah kita tahu data, baru tahu permasalahan. Juga potensi dan peluang. Bisa dilihat dari populasi masyarakat," tegasnya pada hari ini, Selasa (31/1/2023) siang.
Lebih lanjut, Gus Irsyad mengatakan, dari semua program pembangunan sudah pasti tidak terlepas dari sasaran, tujuan dan target. Maka dari itu dibutuhkan adanya indikator capaian kinerja. Sehingga di setiap akhir tahun, semua pelaksanaan program kegiatan dapat diukur berhasil tidaknya.
"Indikator berhasilnya sebuah pembangunan ditentukan oleh Indeks Pembangunan Manusia. Di dalamnya ada variabel Indeks Kesehatan, Indeks Pendidikan dan Indeks Pendapatan Masyarakat. Lengkap di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan. Semuanya hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi," ujarnya dengan penuh semangat.
Di sisi lain, alumni terbaik program Doktor Ilmu Lingkungan Hidup, Universitas Brawijaya Malang tersebut menjelaskan perihal urgensitas sinergi kolaborasi lintas sektor. Tujuannya tidak lain untuk percepatan pembangunan di semua bidang.
"Konsep pembangunan saya, semuanya harus melibatkan sinergi kolaborasi. Pertama, Pemerintah itu sendiri. Kami juga bekerjasama dengan beberapa kampus, bagaimana Perguruan Tinggi punya kesempatan memberikan koreksi bahan mengevaluasi tentang efektiftas program pembangunan. Kedua, masyarakat itu sendiri. Ketiga, kerjasama dengan industri melalui program CSR-nya," ucapnya dengan nada optimis disambut apllause meriah dari tamu undangan yang hadir. (Eka Maria)
Komentar