Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Ponpes Wahid Hasyim Bangil Buka Kunjungan Wali Santri Dengan Prokes Ketat

Gambar berita
05 April 2021 (10:22)
Kesehatan
4368x Dilihat
0 Komentar
admin

Setelah setahun tak menerima kunjungan, Pondok Pesantren (PP) Wahid Hasyim Bangil akhirnya memperbolehkan wali santri bertemu putrinya.

Kesempatan ini hanya diberikan selama dua hari saja, yakni sabtu-minggu (03-04 April 2021) kemarin. 

Tak pelak, momen yang ditunggu-tunggu para santri dan keluarganya ini tak disia-siakan. 

Pengasuh Ponpes Putri Wahid Hasyim, Gus Wildan mengatakan, keputusan untuk membuka jam kunjungan selama dua hari, tak lain untuk bisa memberikan kesempatan para wali santri yang saking rindunya dengan sang anak yang tengah mondok (sekolah dan belajar agama) dan tak bisa dilihat secara langsung karena Pandemi Covid-19.

Hanya saja, untuk bisa berkunjung, para wali santri harus mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan Ponpes. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, termasuk aturan setiap tamu yang datang wajib disemprot cairan desinfektan.

"Sebenarnya harus membawa rapid antigen. Tapi prokes yang kami terapkan sudah aman. Setiap tamu wajib disemprot desinfektan. Cuci tangan, belum lagi cek suhu badan dan lainnya," kata Gus Wildan, saat ditemui di ponpes Wahid Hasyim, Senin (05/04/2021).

Tak selesai sampai di situ, setiap wali santri yang datang wajib menjaga jarak aman sepanjang dua meter. Bahkan, saat bertemu dengan putrinya, Gus Wildan menegaskan, para wali dibatasi dengan tiga meja, dan tidak boleh ada kontak fisik sama sekali.

"Tidak boleh meminjamkan HP atau berpelukan. Ini bukan larangan, tapi sebagai bagian antisipasi dan aturan yang pemerintah berikan, dan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Lebih lanjut Gus Wildan menjelaskan, dalam satu hari, pihaknya membuka 30 sesi pertemuan. Dimana untuk masing-masing sesi hanya dibatasi sampai 5 menit saja secara bergantian.

"Kita siapkan beberapa ustadzah sebagai pengawas yang membantu para wali santri sekaligus mengawasi bagaimana prokes yang ditegakkan," singkatnya.

Seperti diketahui, Ponpes Wahid Hasyim Bangil memiliki sekitar 700 santriwati. Mereka tak hanya dari Pasuruan atau daerah di sekitar Jawa Timur, melainkan sampai Riau, Lampung, NTT, Bogor, Cirebon dan kota besar di Indonesia. 

Dengan dipertemukannya santri dan orang tuanya, Gus Wildan berharap agar jalinan komunikasi dan silaturrahim tetap terjaga meski masih dalam situasi Pandemi.

"Pertemuan ini tak sampai menimbulkan kerumunan. Karena semuanya sudah diatur by name by day. Dalam artian sesuai jam kunjungan dan nama santri yang akan dikunjungi," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
DWP Kabupaten Pasuruan dan Finna Food Gelar Lomba Memasak Berbahan Dasar Udang

Puluhan Tim dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari seluruh OPD maupun Kecamatan...

Article Image
Mas Rusdi Resmikan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan

Warga Kota dan Kabupaten Pasuruan kini tak perlu repot-repot ke luar daerah untu...

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...