Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Blarrrr!!! Bom Meledak Kejutkan Warga RT 01/RW 01, Kelurahan Pogar, Bangil

Gambar berita
05 Juli 2018 (17:00)
Umum
4023x Dilihat
0 Komentar
admin

Warga RT 01/RW 01, Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan dikagetkan dengan suara bom yang meledak dari salah satu rumah warga, Kamis (05/07/2018) siang.

Ternyata, ledakan tersebut berasal dari rumah Anwardi yang menyewa rumah tersebut sejak 8 bulan lalu. 

Mardiono (49), Ketua RT setempat menceritakan, sebelum dinyatakan bom yang meledak, dia dan warga lainnya mengira bahwa ledakan tersebut berasal dari kompor atau elpiji milik warga. Akan tetapi, setelah mencari tahu asal ledakan, ternyata adalah bom yang berasal dari rumah pelaku.

"Saya kira kompor yang meledak. Makanya saya dan beberapa warga lain langsung mencari tahu asal ledakan tersebut, dan ternyata dari dalam rumah Anwar," katanya.

Selang beberapa menit, baik Mardiono dan warga lainnya dikagetkan dengan pemandangan bocah laki-laki berusia sekitar 1,5 tahun yang mengalami luka serius di bagian wajahnya. Melihat kejadian tersebut, warga dibantu ibu korban langsung melarikan anak tersebut ke Rumah Sakit Bangil, sedangkan Mardiono dan ayah korban (pelaku) masih bertahan di dalam rumah. Diungkapkan Mardiono, selama di dalam rumah, ayah korban meminta dirinya untuk membawa tas yang isinya ternyata bom.

"Pas saya diminta mengamankan tas itu, ya saya bawa. Katanya jangan sampai jatuh dan jangan pegang keras-keras. Dan begitu saya keluar lewat pintu samping, ternyata ada ledakan kedua yang berasal dari dalam kamar," ungkapnya.

Tak berhenti sampai di situ, Mardiono kembali dikejutkan dengan ledakan ketiga. Ledakan tersebut berasal dari tas pelaku yang dilemparkan ke arah sepeda motor milik anggota kepolisian. Sebelum meledakkan bom, pelaku keluar rumah dari pintu depan menuju depan rumah dan berniat melarikan diri dengan sepeda motor miliknya ke arah barat (arah Kota Surabaya). Hanya saja, lantaran melihat beberapa anggota kepolisian yang ada di lokasi kejadian, pelaku balik arah menuju arah timur (arah Kota Pasuruan) dan kabur dengan sepeda motor.

"Saya lihat mondar mandir maunya lari ke barat. Tapi berhubung ada polisi, pelaku lari ke arah timur naik sepeda motornya," imbuhnya.

Diutarakan Mardiono, selama menyewa rumah berwarna pink itu, pelaku belum pernah meminta ijin sebagai bagian dari warga RT 01. Bahkan, setiap harinya pelaku tidak pernah aktif bersosialisasi dengan warga lainnya.

"Mas Anwar ini hanya keluar pagi dan sore untuk jogging. Disapa warga juga merespon, tapi tidak pernah ikut acara pengajian, majlis diba' atau kegiatan kemasyarakatan lainnya. Yang paling tertutup justru sang istri karena selalu di dalam rumah dan memakai cadar hitam," urai Mardiono dengan gamblangnya.

Begitu pun saat disinggung perihal kecurigaan akan gerak-gerik dan aktifitas yang mengarah pada jaringan teroris, Mardiono dengan tegas menegaskan tidak pernah curiga sedikitpun. Alasannya karena setiap pagi dan sore selalu keluar rumah untuk berolahraga.

"Setiap olahraga pakai celana training panjang dan kaos. Kalau disapa warga, Anwar juga menyapa, makanya kami tidak curiga sekalipun," jelasnya.

Sementara itu, selang dua jam kejadian, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Mahfud Arifin tiba di lokasi untuk menyaksikan proses olah TKP oleh Tim Labfor Polda Jatim. Menurut Mahfud, ledakan yang berasal dari rumah Anwar termasuk ledakan low explosive atau ledakan yang tidak terlalu kuat. Hal itu terlihat dari serpihan kaca jendela dan beberapa eternit yang jatuh berserakan pasca ledakan.

"Ledakannya tidak terlalu kuat, hanya kaca dan eternit rumah saja yang berjatuhan. Warga mengira awalnya ledakan dari tabung elpiji atau kompor, tapi setelah dilihat ternyata bom yang dibawa pelaku," terangnya.

Di hadapan awak media yang mengerubutinya, Kapolda Mahfud menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku alias ayah korban. Sedangkan istri pelaku beserta anaknya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan pertolongan medis.

"Begitu kejadian, kita pasang police line untuk memudahkan anggota kita melakukan olah TKP. Pelaku orangnya tertutup dan tidak pernah berinteraksi dengan warga," tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...

Article Image
Jalan-Jalan ke Kecamatan Lumbang. Surganya Durian Kabupaten Pasuruan

Para petani buah durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mulai merasakan...

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...