Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Cuaca Mendukung, Produksi Garam di Kabupaten Pasuruan Dikebut

Gambar berita
08 Agustus 2017 (16:36)
Ekonomi
4383x Dilihat
0 Komentar
admin

Meskipun sulit untuk mencapai target, produksi garam di Kabupaten Pasuruan sudah mulai berjalan. Bahkan, mulai pertengahan bulan juli lalu, total garam yang telah dipanen mencapai 236,4 ton.

Hal tersebut seperti yang dikatakan Slamet Nur Handoyo, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, di sela-sela kesibukannya, Selasa (08/08/2017).

Menurutnya, target produksi garam tahun ini dipatok sebesar 18.325 ton, sedangkan jumlah yang sudah dipanen masih 2% dari target tersebut, sehingga butuh banyak waktu, plus didukung dengan cuaca yang bersahabat.

“Kalau garam murni faktor alam. Kalau musim panas seperti sekarang ini, garam bias diproduksi. Tapi kalau sehari saja hujan, itu pengaruhnya luar  biasa karena bisa menghambat pembuatan garam itu sendiri,” terangnya.

Di Kabupaten Pasuruan sendiri, total luasan lahan yang bisa digunakan untuk memproduksi garam mencapai 243,2 hektar, dengan rincian seluas 150,7 hektar ada di Desa Raci, Kecamatan Bangil, 85 hektar di Kecamatan Kraton, dan 7,5 hektar di Kecamatan Lekok. Dikatakan Slamet, dari luasan lahan tersebut, sebanyak 25% cakupan lahan sudah dipanen, dan sisanya akan dikebut sampai mencapai target.

“Kita berharap agar iklim nya tetap seperti ini sampai musim hujan tiba. Tapi kalau kita lihat seperti tahun lalu, produksi garam hanya sebesar 806,120 ton dari target 15.120 ton selama setahun. Pokoknya tergantung dari cuaca,” imbuhnya.

Ditambahkan Slamet, selain tradisional, para petani garam di Kabupaten Pasuruan sudah menggunakan geo isolator untuk mendapatkan garam berkwalitas pertama (KWI), serta 2 unit rumah prisma yang dibangun di Desa Raci dan Kraton. Oleh karenanya, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk menjadi petani garam, lantaran harga garam yang juga drastic naik dari Rp 500/kgnya menjadi Rp 3300-Rp 3500/kg.

“Mumpung harga garam lagi bagus-bagusnya karena memang lagi langka, saya ajak masyarakat untuk menjadi petani garam, karena harganya naik 6 kali lipat dari harga sebelumnya,” urai pria berkacamata itu. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Investor China Siap Tanam Modal 25 Triliun di Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan kian dilirik para investor asing yang ingin menanamkam modaln...

Article Image
Gubernur Khofifah Resmikan RKB, Ruang Makan dan Asrama SMAN Taruna Madani Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan ruang kelas baru, ruang...

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasurua...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027, Wabup Gus Shobih Tekankan Penguatan Potensi dan Regulasi Investasi

Di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memaksimalkan pembanguna...