Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Dibanding Tahun Lalu, Jumlah Kejadian Kebakaran di Kabupaten Pasuruan Turun 50%

Gambar berita
09 Oktober 2020 (19:30)
Lingkungan
3208x Dilihat
0 Komentar
admin

Bila dibandingkan tahun lalu, resiko terjadinya kebakaran di Kabupaten Pasuruan menurun hingga 50 persen.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana mengatakan, mulai awal tahun 2020 hingga hari ini, total ada sekitar 50 kejadian kebakaran di Kabupaten Pasuruan. Kebakaran tersebut terjadi di pemukiman, tempat usaha, pasar dan lahan.

Sedangkan di tahun 2019, jumlah kejadian kebakaran mencapai 100 kasus.

“Hari ini di tanggal yang sama, jumlah kejadian kebakaran di Kabupaten Pasuruan tahun ini menurun 50 persen bila dibanding dengan tahun lalu yang sampai mencapai 100 kejadian,” kata Bakti di sela-sela kesibukannya, Jumat (09/10/2020).

Dari beberapa tempat yang kebakaran, paling banyak didominasi oleh kebakaran di area pemukiman dan lahan. Kata Bakti, dua obyek tersebut yang kerap kali terjadi kebakaran selama musim kemarau.

“Paling banyak ya pemukiman dan lahan,” singkatnya.

Dijelaskan Bakti, tingginya potensi kebakaran saat kemarau dikarenakan udara yang panas sehingga menimbulkan percikan api. Selain faktor alam, kata Bakti, kebakaran juga bisa terjadi karena kelalaian teknis atau manusia itu sendiri.

“Seperti ada korsleting listrik dan kerusakan pada barang elektronik. Ini yang jadi faktor pemicu kebakaran di permukiman,” jelasnya.

Menurunnya jumlah kejadian kebakaran kata Bakti dikarenakan meningkatnya pemahaman masyarakat dalam menjaga kondisi listrik di sekitar tempat tinggalnya maupun tidak membuang sampah sembarang tempat.

“Pandemi ini juga membawa hikmah tersendiri. Banyak pendaki yang tidak melakukan pendakian. Potensi membuang sampah putung rokok di hutan juga sangat berkurang, sehingga hutan juga semakin rindang dan tak terbakar,” ungkapnya.

Hanya saja, meskipun jumlahnya menurun, akan tetapi dirinya meminta kepada masyarakat agar selalu mewaspadai potensi terjadinya kebakaran. Sebab, potensi kebakaran di musim kemarau menjadi lebih tinggi dibanding musim hujan.

“Dengan memastikan tidak ada sampah kering menumpuk yang memungkinkan jadi pemicu kebakaran. Masyarakat juga penting selalu memastikan kondisi listrik dan barang elektroniknya dalam keadaan baik,” bebernya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wabup Gus Shobih Tegaskan Festival Gledekan Pasuruan Mulai Dilirik Wisatawan Mancanegara

Masyarakat di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan sukses menggelar Festival Gle...

Article Image
Puluhan Tahun. Warga Desa Lumbang Lestarikan Permainan Tradisional Gemblidik

Di Desa Lumbang, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, warga sekitar punya perm...

Article Image
Jaring Bibit Atlet Berprestasi, PBSI Kabupaten Pasuruan Gelar Kejuaraan Bulutangkis Indocock Bupati Pasuruan Open 2026

Pengcab Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Pasuruan mengge...

Article Image
Beri Wadah Para Kicau Mania. Pemkab Pasuruan Gelar Festival Burung Berkicau Piala Bupati Pasuruan 2026

Untuk kedua kalinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kebudayaan dan...

Article Image
Ketua Perwosi Kabupaten Pasuruan, Mela Rusdi Berangkatkan 1400 Peserta Pasuruan Woman's Run 2026

Untuk pertama kalinya, Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kab...