Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wabup Gus Shobih Tegaskan Festival Gledekan Pasuruan Mulai Dilirik Wisatawan Mancanegara

Gambar berita
15 September 2026 (17:13)
Pariwisata
275x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Masyarakat di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan sukses menggelar Festival Gledekan Gankz Prigen.

Festival tersebut tak hanya memukai para penonton saja, melainkan Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori yang hadir pada Minggu (13/9/2026) sore. 

Menurutnya, gledekan bukan sekadar permainan, melainkan bagian dari sejarah kehidupan masyarakat Pasuruan yang memiliki keunikan dan perlu terus dijaga.

"Harus dilestarikan karena ini permainan tradisional yang dilakukan pas jaman kecil saya dulu," ungkapnya. 

Gus Shobih, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pada awalnya gledekan tidak dibuat untuk sebuah perlombaan. Alat tersebut justru digunakan sebagai sarana transportasi sederhana oleh nenek moyang masyarakat untuk membawa rumput dari lokasi mencari pakan.

Seiring perkembangan zaman, masyarakat kemudian mengubah fungsi gledekan menjadi sebuah olahraga. Bentuk, cara memainkan, hingga karakter perlombaannya berkembang dan melahirkan ciri khas yang berbeda.

“Gledekan itu dulu asalnya transportasi nenek moyang untuk mencari rumput. Kemudian ditransformasi oleh mereka menjadi sebuah olahraga yang belum ada menyamai atau menandingi di daerah lain,” imbuhnya. 

Lebih lanjut Gus Shobih menegaskan, keunikan gledekan kini mulai mendapatkan perhatian dari luar daerah, termasuk wisatawan asing.

Ia menyebut terdapat turis asing yang datang melihat langsung perlombaan gledekan. Bahkan, ada wisatawan yang membawa gledekan ke negaranya.

Perkembangan tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama. Ketika sebuah tradisi lokal mulai dikenal hingga mancanegara, identitas serta sejarah yang melekat di dalamnya harus mendapatkan perlindungan yang jelas.

Karena itu, Gus Shobih mendorong agar gledekan segera didaftarkan melalui mekanisme Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang sesuai.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat posisi gledekan sebagai kekayaan budaya khas Pasuruan sekaligus mencegahnya diklaim sebagai milik daerah lain.

“HAKI, hak paten, agar tidak diakui kabupaten atau kota lain. Bahwa Pasuruanlah yang pertama, sebelum daerah lain,” ujarnya. (emil)




Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wapres Gibran Rakabuming Kunjungi Ponpes Dalwa Raci

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming berkunjung ke Kabupaten Pasuruan.&nbsp...

Article Image
Kejari Kabupaten Pasuruan Musnahkan 5,2 Kg Sabu-Sabu dan Ribuan Obat Terlarang

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan kembali melakukan pemusnahan atas b...

Article Image
Petani Mangga Putar Pasuruan Panen Raya. Sekali Panen 5 Kwintal

Petani mangga gadung klonal 21 yang populer dengan sebutan Mangga Putar Pasuruan...

Article Image
Pasuruan United Siap Arungi Liga 3 Nusantara. CEO Gus Shobih : Mohon Doanya Bisa Lolos Liga 2

Pasuruan United, tim sepakbola kebanggaan Kabupaten Pasuruan siap mengarungi Lig...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bakal Bangun Sarpras Peningkatan Keselamatan di Simpang Empat Patung Sapi Pandaan

Banyaknya kejadian laka lantas di sekitaran Simpang empat Patung Sapi Pandaan, b...