Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Minta Peternak Tak Tolak Vaksinasi Untuk Sapinya

Gambar berita
22 Februari 2024 (04:53)
Kesehatan
2085x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan meminta para peternak untuk tidak menolak vaksinasi pada sapi-sapi mereka.  Sebab vaksinasi sangat penting untuk meningkatkan kekebalan sekaligus memperkecil peluang tertular PMK (penyakit mulut dan kuku).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah melalui Kabid Keswan dan Kesmafet, drh Panti Tri Absari menegaskan sampai saat ini masih banyak peternak yang menolak vaksinasi.

Alasannya sangat klasik. Sapi-sapi yang peternak punyai dalam keadaan sehat, sehingga dirasa tak perlu mendapatkan vaksin.

"Masih banyak peternak yang menolak vaksinasi. Padahal ini demi kesehatan dan keselamatan ternak mereka sendiri," kata Panti saat ditemui di ruangannya, Kamis (22/2/2024) pagi. 

Ditanya soal perkembangan vaksinasi ternak di Kabupaten Pasuruan, Panti menjelaskan jumlah sapi yang sudah divaksin sampai sekarang sebanyak 220.173 ekor. Terdiri dari 106.996 ekor sapi sudah selesai vaksin pertama. Selanjutnya 51.886 sapi telah divaksin tahap kedua, 49.869 sapi sudah vaksin tahap ketiga (booster pertama) dan 11.442 sapi yang sudah divaksin tahap keempat alias booster kedua.

Oleh karenanya, Panti meminta para peternak untuk tidak menolak, apalagi menunda-nunda vaksinasi demi keberlangsungan ternak itu sendiri. 

"Dan untuk vaksinasi, jangan menunda-nunda. Karena akhirnya kalau beneran sakit, malah makin merambah ke mana-mana dan makin gak sembuh," terangnya. 

Lebih lanjut Panti mengaku pihaknya mengerti betul ketakutan yang dimiliki oleh para peternak. Mengingat masyarakat biasanya akan mencap buruk perternakan bila ada hewan yang terkena PMK. Dengan begitu, nilai jual hewan akan merosot turun. 

Untuk itu, apabila ada gejala yang mengarah ke PMK, maka para peternak diminta segera melapor ke paramedis hewan terdekat.

"Kami yakin mereka pasti berusaha menyembuhkan dan membantu. Maka segera laporkan ke paramedis hewam, mantri hewan, desa/kelurahan dan seluruh petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan," harapnya. 

Seperti diketahui, dalam seminggu terakhir, kasus PMK kembali merebak di Kabupaten Pasuruan. Total sampai dengan hari ini ada 157 kasus. Dari jumlah tersebut, 31 sapi mati, kemudian 98 sapi dinyatakan sakit akibat PMK, 5 sapi dipotong paksa, dan 23 sapi dijual. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Semakin Di Depan. RSUD Grati Kini Punya Ruang Operasi Canggih

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan bedah di ruang operasi dan tingginya kasu...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Bapenda, Bupati Rusdi Ingatkan Sebagai Koreksi Sekaligus Kerja Cerdas

Bupati Rusdi Sutejo buka Forum Konsultasi Publik 2026 dan Forum Perangkat Daerah...

Article Image
Ngangsuh Kaweruh di Ponpes Canga'an Bangil. Pondok Tertua di Indonesia. Ngajinya Kiyai Besar Nusantara

Bangil sebagai Ibukota Kabupaten Pasuruan menyimpan sejarah peradaban islam yang...

Article Image
Maksimalkan Layanan Kesehatan Masyarakat, RSUD Grati Launching Ruang Operasi Smart Operating Theater

Sebagai institusi pelayanan kesehatan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah, RSUD...

Article Image
Selama Ramadhan 1447 H, Pemkab Pasuruan Tetapkan Jam Kerja ASN 32,5 Jam Sepekan

Sepanjang berlangsungnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah,Pemerintah Kabupaten P...