Sejak
diresmikan oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo sekitar 6 bulan lalu, semakin
banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas layanan Puskesmas 24 jam. Hal itu
terpantau dari tingkat kunjungan dan jumlah pasien yang kian hari terus bertambah
di beberapa Puskesmas. Sebut saja Puskesmas Raci, Puskesmas Ambal-ambil, Puskesmas
Pohjentrek dan Puskesmas Lumbang.
Berdasarkan
data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan diketahui, terhitung mulai Januari
hingga akhir Juli 2026, jumlah pasien yang berobat ke Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Puskesmas Raci sebanyak 1.119 orang dari sebelumnya 240 orang pada tahun 2025
dan Puskemas Ambal-ambil sebanyak 399 pasien dari sebelumnya 75 pasien yang
berobat di tahun sebelumnya. Sedangkan di Puskemas Pohjentrek, sudah ada 879 pasien
dari 498 pasien di tahun sebelumnya. Lantas bagaimana dengan tingkat kunjungan
IGD di Puskesmas Lumbang? Sedikitnya 1.388 pasien tercatat mendapatkan layanan kesehatan
kegawatdaruratan atau meningkat signifikan jika dibandingkan satu tahun silam
yakni 280 pasien.
Kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina, respon dan pemanfaatan Puskesmas 24 jam oleh masyarakat menunjukkan tren yang sangat positif dan signifikan. Gambarannya, IGD Puskesmas Ambal-ambil misalnya. Jumlah pasien meningkat hingga 399 kunjungan dari yang sebelumnya di tahun 2025 yang hanya 75 kunjungan. Hal itu merupakan salah satu bukti bahwa eksistensi layanan kegawatdaruratan 24 jam sangat dirasakan manfaatnya dan dapat diakses aktif oleh masyarakat. Khususnya pada jam-jam diluar jam kerja regular.
“Total
ada 33 Puskesmas 24 jam mampu memberikan layanan IGD dan Persalinan 24 jam yang
dapat diakses warga Kabupaten Pasuruan di setiap Kecamatan. Terdiri dari 17
Puskesmas Rawat Inap dan 16 Puskesmas Rawat Jalan. 8 Puskesmas diantaranya
ditetapkan sebagai Puskesmas PONED atau Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency
Dasar,” tandasnya pada saat hadir dalam Talkshow
“Sapa OPD” di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Suara Pasuruan pada
hari Kamis (3/9/2026).
dr.
Arma memastikan, setiap Kecamatan telah memiliki 1 Puskesmas 24 jam. Hal tersebut
menjamin pemerataan akses layanan kesehatan emergensi, sehingga tidak ada
masyarakat yang terkendala jarak saat membutuhkan pertolongan medis darurat.
Selain
layanan IGD dan Persalinan 24 jam yang siap menangani kasus persalinan normal
maupun penanganan awal kegawatdaruratan ibu hamil dari bayi baru lahir, masyarakat
juga dapat mengakses layanan Ambulans Emergensi 24 jam yang siap menjemput
pasien rujukan antar fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah
seluruhnya beroperasi 24 jam. Strategi kami dalam memenuhi ketersediaan SDM
Puskesmas 24 jam dengan mengoptimalkan penugasan dari beberapa OPD. Kepada seluruh
warga, jangan ragu mendatangi IGD Puskesmas terdekat jika mengalami kondisi
darurat kesehatan, kecelakaan atau akan melahirkan. Cukup membawa kartu
identitas dan kepesertaan JKN atau BPJS Kesehatan untuk kemudahan administrasi
dan segera mendapatkan penanganan terlebih dahulu,” tuturnya bersemangat.
Lebih
lanjut, perempuan berpembawaan kalem yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur
RSUD Bangil tersebut tak lupa menghimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi
layanan Call Center 112 yang diampu
Dinas Komunikasi dan Informatika, jika membutuhkan pertolongan kegawatdaruratan.
Sebaliknya, ia bersama seluruh jajaran Dinas Kesehatan P2KB siap memberikan
layanan terbaik melalui Puskesmas 24 jam.
“Yang
saya banggakan saya cintai saya sayangi seluruh tenaga kesehatan di jajaran
Dinkes P2KB, jangan patah semangat berikan pelayanan terbaik dengan penuh
keikhlasan untuk masyarakat. Karena itulah tujuan keberadaan kita sebagai ASN
jajaran Pemkab Pasuruan,” ujarnya seraya tersenyum.
Merespon
hal tersebut, Kepala Puskesmas Ambal-ambil, dr Umi Murdiyaningsih menyatakan
komitmennya untuk memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Diantaranya
dengan terus berusaha memenuhi SDM dan sarana prasarana Puskesmas 24 jam dengan
intens berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan P2KB.
“Kami
ada layanan persalinan 24 jam sangat membantu. Dulu awalnya tidak pernah ada
layanan itu di Puskemas. Sampai sekarang sudah ada 8-9 pasien kasus persalinan.
Dari segi administrasi persalinna, kami bekerjasama dengan Dispendukcapil
berkaitan dengan penerbitan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga juga. Sehingga bisa
lebih memudahkan pasien yang baru saja melahirkan.
Setali tiga uang dengan Kepala Puskesmas Raci, dr Sakinah yang turut hadir dalam acara dialog interaktif yang berlangsung sangat dinamis dan gayeng tersebut. Ia bersama timnya berupaya mengoptimalkan layanan kegawatdaruratan. Baik IGD maupun layanan Persalinan 24 jam.
“Kalau masyarakat butuh pertolongan cepat saat darurat, silahkan ke Puskesmas Raji, buka 24 jam. Nanti kami bisa cek dulu tingkat kegawatdaruratan sakitnya apa. Misalnya pasien ada riwayat keluhan jantung ya kami tidak akan berikan penanganan injeksi- yang kontra indikasi. Atau ternyata punya kencing manis atau apa yang perlu dirujuk dan ditelaah lebih lanjut dalam pengobatannya. Yang penting jangan lupa membawa identitas,” pungkasnya. (Eka Maria)
Nanti
kami bisa cek dulu tingkat kegawatdaruratan sakitnya apa. Misalnya pasien ada riwayat
keluhan jantung ya kami tidak akan berikan penanganan injeksi- yang kontra indikasi.
Atau ternyata punya kencing manis atau apa yang perlu dirujuk dan ditelaah
lebih lanjut dalam pengobatannya. Yang penting jangan lupa membawa identitas,”
pungkasnya. (Eka Maria)
Komentar