Untuk mereduksi tingkat pengangguran terbuka, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengajak seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memaksimalkan pelaksanaan program kegiatan usaha. Teurtama ditujukan bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
Menurutnya, bonus demografi dan banyaknya lulusan perguruan tinggi di Kabupaten Pasuruan harus secepatnya dicarikan solusi terbaik. Pelatihan kerja dan usaha bagi masyarakat khususnya usia produktif diantara sasarannya.Â
"Kita harus menyesuaikan dengan situasi kondisi. Kenapa kita banyak kawasan industri masih banyak pengangguran? Karena tidak bisa semuanya diterima perusahaan dengan bonus demografi. Solusinya, kita harus mengintensifkan program dinas. Contoh, Disperindag dengan melakukan berbagai pelatihan usaha bagi masyarakat. Sehingga bisa membuka lapangan kerja dengan usaha IKM/UMKM. Karena banyak pegiat IKM/UMKM yang memproduksi produk-produknya tapi tidak bisa memasarkan," pintanya.
Disampaikan pada saat membuka Forum Komunikasi Publik RPJMD 2025-2029 dan Musrenbang Kabupaten Pasuruan 2025, Bupati Rusdi tak lupa meminta kepada Kepala OPD beserta jajarannya agar benar-benar mengoptimalkan kinerja. Sehingga mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang jauh lebih baik lagi bagi masyarakat.Â
"Soal kinerja Kepala OPD harus bagus. Sehingga penyelenggaran pelayanan publik bisa lebih bagus dan maksimal. Kita mempunyai kewajiban untuk memperjuangkan harapan masyarakat. Apalagi potensi kita peringkat 6 untuk PAD. Jadi harus benar-benar dioptimalkan," tuturnya bersemangat.
Lebih
lanjut, Mas Rusdi sapaan familiar Bupati Pasuruan berharap agar stakeholders dan masyarakat Kabupaten
Pasuruan berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Mewujudkan masyarakat adil dan
makmur adalah muaranya.
"Ke depan ayo kita bergandengan tangan membangun Kabupaten Pasuruan agar lebih maju, sejahtera dan berkeadilan. Kita bernegara yaitu bagaimana masyarakat kita merasakan keadilan dan kemakmuran. Mohon dukungan Bapak Ibu semuanya untuk memajukan Kabupaten Pasuruan," imbuhnya.
Lebih lanjut, dalam agenda yang digelar di Auditorium Mpu Sindok pada hari Selasa (18/3/2025) tersebut Bupati Rusdi juga mengisyaratkan tentang peningkatan iklim investasi di Kabupaten Pasuruan. Hal itu dapat dilakukan melalui percepatan proses perijinan usaha. Demikian juga dengan peningkatan sektor pariwisata yang selama ini banyak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Â Â Â Â Â Â
"Proses perijinan dunia usaha ke depannya harus lebih cepat dan transparan. Kementerian ATR/BPN pernah menyatakan, untuk industri dan pariwisata yang mendongkrak perekonomian nasional tidak boleh ada kata rumit. Jadi kita harus ramah kepada para pelaku usaha," katanya.
Ditambahkannya,
perihal durasi kunjungan atau lama tinggal wisatawan gunung Bromo yang relatif
singkat, Bupati Rusdi menjabarkan beberapa data empiris penyebabnya. Diantaranya
disebabkan masih belum maksimalnya sarana prasarana pendukung di sepanjang akses
menuju destinasi wisata andalan Kabupaten Pasuruan yang melewati jalan berkelok
dataran tinggi Tosari tersebut.
"Terkait pembangunan sektor pariwisata, akses menuju Bromo melalui Kabupaten Pasuruan tidak mudah. Misal penerangan jalan masih minim dan penunjuk jalan. Nanti kami akan mengusulkan ke Pemprov Jatim. Ini yang menjadi kendala kenapa kunjungan wisatawan di Bromo tidak bisa lama," pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana menyampaikan tentang tujuan digelarnya Forum Komunikasi Publik RPJMD dan Musrenbang RKPD Tahun 2026. Diantaranya untuk memperoleh masukan penyempurnaan Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Pasuruan Tahun 2025-2029. Sekaligus untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah, program kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja. Tidak terkecuali untuk menyelaraskan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan Provinsi.
Turut hadir dalam kegiatan, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori; Sekretaris Daerah, Yudha Triwidya Sasongko; Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur, Mohammad Yasin dan jajaran Forpimda Kabupaten Pasuruan. Berikut diikuti oleh para Camat dan beberapa stakeholders. (Eka Maria)
 Â
  Â
Â
Komentar