Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Gubernur Khofifah Bangga Jumlah Santripreneur di Jatim Lampaui Target di Tahun 2024

Gambar berita
30 November 2023 (09:59)
Pelayanan Publik
1991x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Jambore One Pesantren One Product (OPOP) 2023 di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, pada Rabu (29/11) malam berlangsung meriah.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Walikota Pasuruan; Saifullah Yusuf; Pj Bupati Pasuruan; Andriyanto dan undangan lainnya.

Pantauan di lokasi, Jambore OPOP dihadiri tak kurang dari 2.500 santri. Selama jambore berlangsung, banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan. Mulai dari pameran produk unggulan santri hingga seminar santripereneurship.

Puncaknya, acara diramaikan dengan berbagai macam kegiatan seperti penampilan Tarian Sufi, Yel-yel OPOP, ansamble akustik, hingga penampilan spesial lagu medley dari para santri dan santriwati maupun bintang tamu, Aftershine.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengapresiasi seluruh pelaku OPOP Jawa Timur. Pasalnya, berkat keberadaan OPOP hingga November 2023, tercatat jumlah Santripreneur di Jatim telah melampaui target capaian 2024.

”Bayangkan saja, Juli ini, sudah 1.000 santri dan sekarang sudah 1.400-an. Ini artinya target 2024 sudah terlampaui di 2023,” katanya. 

Di hadapan para santri, kepala daerah bergelar doktor honoris causa ini menyemangati para santri dan santriwati untuk menjadi pengusaha-pengusaha sukses. 

Utamanya, dengan memaksimalkan potensi di sekitar pesantren. Baik di internal maupun eksternal.

”Contoh kalau di internal pesantren, jika ada santri lebih dari 1.000 kebutuhan logistik dari para santri juga akan banyak. Jika terkonsolidasikan di pesantren terdekat ada gudang yang mumpuni, pasti proses distribusi internal antar pesantren akan jadi potensi luar biasa,” papar Khofifah.

Kemudian, lanjut Khofifah, dari sisi eksternal, banyak pesantren yang memiliki daya dukung alam dan lingkungan yang memungkinkan untuk ditumbuhkembangkan. Kekuatan alam Jatim memungkinkan bisa dilakukan proses hilirisasi dengan market yang luar biasa. Banyak produk asli pesantren yang telah merambah pasar internasional.

”Daun talas misalnya, sekarang sudah diekspor ke Jepang dan Australia dengan jumlah cukup besar yang asalnya dari Kabupaten Nganjuk. Bahkan ada juga dari Kabupaten Jombang,” jelas Khofifah.

”Kemudian daun kelor dari Sumenep juga sudah diekspor ke Jerman. Dan sudah beragam hilirisasinya. Jadi ada yang dalam bentuk kapsul, ada pula yang cair, dan lain sebagainya,” imbuhnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Safari Ramadhan Pemkab Pasuruan, Bupati Rusdi Tekankan Kerja Maksimal di Tengah Keterbatasan Anggaran

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar kegiatan Safari Ramadhan di Pendopo Kab...

Article Image
Tanya Jawab Seputar Puasa Meriahkan Tadarus dan Pengajian PKK Kabupaten Pasuruan

Tadarus Al Qur'an dan Pengajian yang diadakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten P...

Article Image
Cuaca Ekstrim. 18 Lokasi di 3 Kecamatan Terjadi Longsor. 3 Warga Alami Luka, 4 Kendaraan Jatuh ke Jurang

Intensitas hujan yang sangat lebat disertai angin kencang selama berjam-jam seja...

Article Image
Jelang Lebaran, Kampung Opak Gambir Dusun Sentul, Desa Winongan Lor Ketiban Order Membludak

Hari Raya Idul Fitri tak hanya identik dengan pakaian serba baru kemudian lanjut...

Article Image
Safari Ramadhan Keluarga Besar Pemkab Pasuruan. Mas Rusdi : Saya Minta Pastikan ASN yang Umroh di Makkah Baik-Baik Saja dan Selamat Sampai di Pasuruan

Setelah bersama Forpimda dan para ulama,  Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dan...