Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Himbau Nelayan Untuk Ikut Pelatihan SKK Melaut

Gambar berita
04 September 2018 (17:59)
Pelayanan Publik
5410x Dilihat
0 Komentar
admin

Meski Kementrian Perhubungan sudah memberikan kuota agar bisa ikut secara gratis, akan tetapi nelayan di Kabupaten Pasuruan masih belum tertarik untuk mengikuti Pelatihan Surat Ketrampilan dan Kecakapan (SKK) melaut.

Alamsyah Suprijadi, Kabid Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, hingga akhir agustus lalu, tidak ada satu pun nelayan di Kabupaten Pasuruan yang berminat untuk mengikuti pelatihan. Padahal nantinya para nelayan akan menerima SIM untuk melaut termasuk bekerja di laut lepas.

“Pelatihan ini bagus untuk nelayan ke depannya. Tapi belum ada nelayan yang tertarik mengikuti pelatihan ini,” kata Alamsyah di sela-sela kesibukannya, Selasa (04/09/2018).

Dijelaskannya, Kementrian Perhubungan untuk tahun ini telah memberikan kuota SKK untuk Kabupaten Pasuruan sebanyak 600 orang, bersama dengan nelayan dari Probolinggo, Malang dan Tulungagung.

“SKK ini adalah semacam SIM untuk melaut, karena nelayan adalah salah satu pekerjaan yang beresiko tinggi sehingga memang harus dibekali terkait teknik melaut dan keselamatan kerjanya,” jelasnya.

Selama ini, pekerjaan nelayan memang banyak yang dari turun-temurun. Sehingga ilmu melaut banyak yang diturunkan dari keluarga termasuk otodidak. Rencana kedepan, nelayan yang bekerja di laut memang diharuskan memiliki SIM melaut atau SKK ini. Sehingga secara bertahap, Kementrian Perhubungan memberikan kuota pelatihan secara gratis.

Namun sayangnya sampai akhir Agustus ini, belum ada satupun nelayan yang tertarik ikut dan mendaftar. Padahal dari Dinas Perikanan sudah memberikan sosialisasi kepada nelayan ataupun kelompok nelayan. Menurut Alamsyah, masih belum ada yang tertarik karena selain merasa masih belum butuh juga karena durasi pelatihan yang hingga 1 minggu.

“Karena cukup lama tidak melaut, sehingga nelayan masih mikir-mikir juga. Kalau keluarga ditinggal seminggu dan tidak melaut nanti makan apa keluarganya,” beber dia.

Lebih lanjut Alamsyah menegaskan bahwa dengan sisa sampai akhir tahun ini, Dinas Perikanan masih mengupayakan agar ada nelayan yang mau memanfaatkan kuota ini.

“Kita akan melakukan pendekatan lagi kepada nelayan supaya mereka tertarik untuk mengikuti pelatihan SKK ini,” pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wabup Gus Shobih dan Kalaksa BPBD Jatim Sambangi Warga Terdampak Banjir di Kedungringin

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menyambangi warga terdampak banjir di Desa...

Article Image
Banjir Terjang 11 Kecamatan. Pemkab Pasuruan Bantu Evakuasi Warga, Aktifkan Shelter Bencana Sampai Distribusikan Ribuan Nasi Bungkus

Intensitas hujan yang sangat deras ditambah angin kencang selama lebih dari dua...

Article Image
Mas Rusdi Sidak Benyubiru. Warga Berebut Minta Foto

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke wisata pema...

Article Image
Sholat Ied di Masjid Agung Bangil. Mas Rusdi : Selamat Berlebaran Bersama Keluarga. Mohon doa agar Rencana Besar Pembangunan di Bangil Berjalan Lancar

Puluhan ribu umat islam melaksanakan ibadah Sholat Ied (Hari Raya Idul Fitri) 14...

Article Image
Sebulan Penuh Ramadhan. RSUD Grati Bagi-Bagi Takjil Keluarga Pasien Rawat Inap

Apa yang dilakukan RSUD Grati patut diacungi jempol.Pasalnya, setiap hari selama...