Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kaya Local Wisdom, Kemenko PMK Jadikan Kabupaten Pasuruan Pilot Project RAN Pijar

Gambar berita
17 Januari 2024 (07:17)
Pelayanan Publik
2280x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Kabupaten Pasuruan bersama Kupang dan Tana Toraja terpilih menjadi pilot project Rencana Aksi Nasional Peningkatan Kesejahteraan Anak Usia Sekolah dan Remaja alias RAN Pijar.

RAN Pijar sendiri merupakan program nasional dalam rangka peningkatan gizi anak SD dengan mengintegrasikan sejumlah program yang selama ini sudah berjalan baik.

Program ini dibentuk oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Permenko PMK No. 1 Tahun 2022. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi kalangan anak usia sekolah dan remaja di zaman seperti sekarang.

Pantauan di lapangan, ditandainya Kabupaten Pasuruan sebagai Pilot Project diawali dengan komitmen bersama antara Pj Bupati Pasuruan dengan Sekda dan 7 OPD terkait lainnya, serta Kementerian Agama, BPS (Badan Pusat Statistik) dan BNNK (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Pasuruan.

Komitmen tersebut ditandatangani secara lengkap di sela-sela Lokakarya pengembangan desain uji coba model gizi anak sekolah dasar terintegrasi Kemenko RI di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Rabu (17/01/2024) siang.

Dari pusat, acara tersebut dihadiri Asisten Deputi ketahanan gizi & promosi kesehatan Kemenko PMK RI, Jelsi Natalia Marampa. Kemudian PDM IX  Kemendikbudristek, Nia Nurhasanah serta Prof.Hardinsyah dan Nikendarti Gandini dari Tim Pakar World Food Programme (WFP).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto menegaskan bahwa dipilihnya Kabupaten Pasuruan sebagai bukan tanpa sebab. Melainkan karena di Kabupaten Pasuruan banyak berdiri pondok-pondok pesantren  yang menjadi local wisdom alias kearifan budaya lokal.

Sehingga sudah pasti banyak anak seusia sekolah dasar yang gizinya harus diperhatikan dengan seksama.

"Kabupaten Pasuruan ini dikenal sebagai gudangnya santri, kiyai, dan berati gudangnya pondok pesantren. Terima kasih sekali sehingga Kemenko PMK menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai pilot project RAN Pijar," katanya.

Dijelaskan Andri, Pemkab Pasuruan bersama Kemenko PMK dan WFP telah menentukan Kecamatan Pandaan dan Gondangwetan sebagai lokus model yang nantinya bisa diimplementasikan.

Untuk Kecamatan Pandaan ada 4 sekolah, yakni SDN Kebonwaris I, SD Muhammadiyah 3, SDN Kalirejo dan MI Darul Ulum. Sedangkan di Kecamatan Gondangwetan terdiri dari SD Maarif Jogosari, SDN Bayeman 2 dan MI Miftakhul Ulum.

Seluruh sekolah tersebut nantinya dapat menerapkan sekaligus mampu membuat model gizi anak sekolah dasar terintegrasi (IPSN), terhitung sejak ajaran baru 2024/2025 mendatang.

"Karena ini sebagai upaya memantabkan perbaikan gizi dan kesehatan bagi anak SD serta memperoleh masukan penguatan implementasi perluasan akses pelayanan gizi yang berkualitas. Nantinya diterapkan sejak tahun ajaran baru," tegasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi ketahanan gizi & promosi kesehatan Kemenko PMK RI, Jelsi Natalia Marampa menyebut program (RAN Pijar) bakal menjadi peta jalan dalam upaya mencetak generasi emas bangsa.

"RAN Pijar dapat menjadi rujukan agar program kesejahteraan anak usia sekolah tidak tumpah tindih dan terpadu dalam menjalankan program," singkatnya.

Jelsi mengatakan, RAN Pijar yang diluncurkan pada 2022 menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam membangun SDM unggul berkualitas menuju Indonesia Maju dengan sasaran anak usia sekolah dan remaja.

Menurutnya, anak usia sekolah dan remaja merupakan generasi penerus bangsa yang perlu dibimbing dan dibina kembang tumbuhnya, sehingga ke depan bangsa Indonesia tidak kehabisan generasi yang kompeten serta berdaya saing.

Sementara untuk di daerah, kata dia, program ini masih dalam tahap sosialisasi dan diupayakan adanya kerja sama dengan kementerian/lembaga terkait lainnya.

"Secara khusus, pusat masih mendorong pemda dalam program RAN Pijar, dengan adanya kegiatan kolaborasi bersama dengan Kemenko PMK, Kemendikbudristek, Kemenkes, bahkan antar-daerah untuk mendorong regulasi," kata dia. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Hafal Juz 30 dan Surat-Surat Pilihan. 638 Siswa-Siswi MI se-Kabupaten Pasuruan, Diwisuda

Sebanyak 638 siswi/siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan resmi di...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Layanan Pemerintah Kepada Masyarakat Harus Disederhanakan dan Gak Ribet

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan segala urusan yang ada kaitannya denga...

Article Image
Gus Shobih Buka Sosialisasi Dana Hibah Bagi Guru PAUD dan PNF se-Kabupaten Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi ban...

Article Image
Bosai Mineral Group dan SIER Lakukan Kunjungan Tindak Lanjut ke Bupati Pasuruan, Komitmen Investasi Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan tindak lanjut dari PT. Bosai Mi...

Article Image
Atasi Masalah Sampah, Pemkab Pasuruan Gandeng PT. RWM Terapkan Teknologi RDF

Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan...