Mas Bupati Rusdi, demikian biasanya Bupati Pasuruan akrab disapa menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada PT Nestle Indonesia Kejayan Factory atas dukungannya terhadap upaya reduksi stunting di Kabupaten Pasuruan. Seperti yang dilakukan hari ini, Rabu (6/8/2025) melalui program pendampingan gizi bagi balita yang tadi diresmikannya di Auditorium Mpu Sindok, Gedung Kantor Bupati.
Menurutnya,
upaya penurunan stunting merupakan tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya Pemerintah
saja, melainkan juga dunia usaha, dunia pendidikan, lembaga swadaya masyarakat maupun
masyarakat. Sejak tahun 2029 hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan sangat
konsen dalam rangka mereduksinya. Hal itu dibuktikan dengan diterbitkannya Peraturan
bupati tentang Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Tugasnya untuk mempercepat
dan menurunkan stunting melalui perumusan yang tераt, pengkoordinasian, pemantauan
serta dengan melakukan evaluasi.
“Terimakasih
yang sebesar-besarnya atas kontribusi PT Nestle Indonesia Kejayan di Kabupaten
Pasuruan selama ini yang telah peduli dan berbagi dengan anak-anak balita di Kabupaten
Pasuruan. Salah satu yang menjadi atensi adalah program untuk mengurangi angka
stunting di Indonesia. Kita tahu ada beberapa daerah yang angkanya tinggi. Alhamdulillah
Kabupaten Pasuruan tiap tahun terus turun stuntingnya,” ucapnya.
Kata
Mas Bupati Rusdi, jalinan kerjasama baik yang telah terjalin selama ini sudah
seyogyanya dilanjutkan. Tidak hanya melibatkan Pemerintah Daerah dan PT Nestle Indonesia
Kejayan Factory saja, melainkan juga para pemangku kepentingan lainnya. Tidak
terkecuali masyarakat, khususnya para orang tua terindikasi stunting yang juga harus
mengambil peran di dalamnya.
“Ini
adalah bukti kemitraan Pemerintah Daerah dengan stakeholders terkait. Baik dari
perusahaan, masyarakat yang terus bersinergi. Sehingga memberikan banyak manfaat.
Seperti upaya penurunan angka stunting ini tidak hanya program Kabupaten Pasuruan,
tapi juga PT Nestle yang ada di Kejayan, khususnya untuk masyarakat sekitar
perusahaan,” ucapnya.
Masih
dalam sambutan singkatnya, Kepala Daerah menekankan bahwa stunting adalah persoalan
bersama. Oleh karena itu, dibutuhkan kerjasama kolektif berkelanjutan untuk
melakukan upaya pencegahannya.
“Stunting
adalah problem kita semuanya. Saya dan Gus Wabup tidak akan bisa menyelesaikan
persoalan ini tanpa bantuan dari Kepala Desa, Camat, Forkopimda atau dinas terkait,
jadi mari kita bersinergi bersama-sama. Kalau anggarannya kurang misalnya, maka
bisa dibantu dari pihak swasta. Terimakasih kepada Nestle, ini adalah
pencegahan stunting yang bisa dicegah dengan pemenuhan asupan gizi yang cukup pada
anak. Terutama yang diindikasikan stunting,” tandasnya.
Ditambahkannya,
kepedulian PT Nestle Indonesia Kejayan Factory dalam rangka menurunkan jumlah stunting
dilakukan melalui pemberian nutrisi berupa segelas susu dan sebutir telur
setiap hari selama 6 bulan. Hal tersebut sejalan dengan program Corporate Social
Responsibility (CSR) yang mengajak dan menggugah kepedulian dari semua badan
usaha di wilayah Kabupaten Pasuruan agar lebih peduli dengan masyarakat maupun lingkungan.
“Sekali
lagi kami sampaikan terimakasih. Semoga program pendampingan gizi dari PT Nestle
lebih luas lagi cakupannya. Diantaranya dilakukan dengan meningkatkan jumlah
sasaran serta sebaran kelompok penerima manfaat. Hal ini sejalan dengan prioritas
pembangunan selama 5 tahun ke depan, dimana reduksi stunting menjadi perhatian
kami melalui intervensi secara spesifik maupun sensitif,” pungkasnya.
Sebelumnya,
Mas Bupati Rusdi menyerahkan pendampingan gizi berupa susu dan telur kepada
para penerima manfaat. Secara simbolis diberikan kepada 10 anak penerima
manfaat, didampingi oleh Director PT Nestle Indonesia, Sufintri Rahayu dan Ketua
DPRD, Samsul Hidayat. Berikut, Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Inf. Boga Bramiko.
Sebelum kemudian meresmikan Program Pendampingan Gizi Tahun 2025, ditandai
dengan menyentuh layar videotron.
Turut
hadir dalam kegiatan, Factory Manager PT Nestle Indonesia Kejayan, Imelda
Mayasari dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan
Daerah (Bappelitbangda), Bakti Jati Permana. Acara juga diikuti oleh Kepala
Dinas Kesehatan, dr. Ani Latifah dan Kepala Perangkat Daerah terkait.
Diketahui,
tren prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan sejak tahun 2019 sampai dengan
tahun 2025 terus mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dirilis melalui pencatatan
dan Elektronik Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) pada tahun 2019
tercatat 22,50 persen. Sedangkan saat ini mencapai 4.17 persen mengacu data bulan
timbang Februari tahun 2025. Capaian angka tersebut melebihi target nasional hingga
18,9 persen. Hal itu menunjukkan perbaikan keberhasilan gizi anak dan gizi
upaya intervensi kesehatan masyarakat.
Meski
demikian, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Bappelitbangda dan beberapa
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya secara intens mengoptimalkan
program pendampingan gizi anak. Adapun sasarannya sebanyak 205 anak, tersebar di
17 Desa di 3 Kecamatan dan 4 Puskesmas. Tahun kedua pelaksanaan kegiatan program
tersebut merupakan hasil kerjasama solid dengan PT Nestle Indonesia Kejayan
Factory. Pemberian makanan bergizi berupa telur dan susu dilakukan mulai bulan
Juli hingga Desember 2025. (Eka Maria)
Komentar