Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo berharap, Lokakarya Forum Multipihak yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mampu menghasilkan model penanggulangan bencana yang inklusif dan efektif. Sekaligus memberikan relasi mutualisme antara Pemerintah Daerah dan dunia usaha.
Disampaikan
di Auditorium Mpu Sindok, Gedung Kantor Bupati pada hari Kamis (26/6/2025),
Kepala Daerah juga berharap, kegiatan tersebut juga turut menghadirkan keputusan-keputusan
yang nantinya digunakan untuk mengatasi bencana di Kabupaten Pasuruan. Terlebih,
saran dan masukan dari berbagai pihak terutama dari dunia usaha sangat dibutuhkan.
“Saya
ingin Lokakarya ini punya keputusan penanganan penanggulangan bencana di
Kabupaten Pasuruan. Kita butuh masukan dari semuanya bagaimana roadmap
penanganan bencana supaya tepat sasaran”, jelasnya.
Dalam
forum diskusi yang melibatkan SIAP SIAGA Provincial ManagEast Java, kemitraan Pemerintah Indonesia dengan Australia untuk Pengelolaan Resiko Bencana dan dunia usaha
tersebut, Mas Bupati Rusdi menekankan tentang urgensi sinergi kolaborasi antara
Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan pemangku kepentingan. Khususnya dari
sektor industri.
Menurutnya,
Kabupaten Pasuruan dmemiliki permasalahan tersendiri terutama saat musim
penghujan. Banyaknya debit air serta sungai yang dangkal menjadi permasalahan
serius yang mengakibatkan banjir.
Namun,
banjir di Kabupaten Pasuruan bukan tanpa sebab. Kondisi Daerah Aliran Sungai
(DAS) di beberapa kawasan rawan banjir harus dilakkan normalisasi. Bahkan
dibutuhkan relokasi yang nantinya akan digunakan sebagai jalur aliran air yang
cukup efektif untuk mencegah banjir saat musim hujan tiba.
“Terkait
penanganan sungai nanti apakah akan direlokasi atau seperti apa, kita juga
harus memikirkan. Bagaimana masyarakat nanti dibuatkan rumah sewa atau seperti
apa. Kemudian normalisasi sungai besar yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi
Jatim ini tetap kita ajukan perijinan normalisasinya,” tandasnya.
Selain
normalisasi sungai, hal penting lainnya dalam penanggulangan bencana yang sudah
sering terjadi di Kabupaten Pasuruan adalah terkait sampah. Sampah yang ada
yang dibuang ke sungai turut menjadi penyebab bencana salah satunya banjir. Oleh
karenanya, dibutuhkan kesadaran masyarakat. Tentunya diikuti dengan pengolahan
sampah yang baik dan benar agar tidak menjadi masalah di kemudian hari.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menyebutkan, target kegiatan untuk menyepakati prioritas aksi untuk mendorong kerjasama multipihak dalam penanggulangan bencana. Berikut, mencari solusi multipihak dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Pasuruan.
"Kegiatan diikuti sekitar 38 tamu undangan. Terdiri dari multipihak penanggulangan bencana di Kabupaten Pasuruan. Termasuk diantaranya, dunia usaha dan industri," imbuhnya. (Eka Maria+Iguh)
Komentar