Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Maulid Nabi, TP PKK Kabupaten Pasuruan Pertahankan Tradisi Cowekan

Gambar berita
26 Oktober 2022 (16:13)
Umum
4538x Dilihat
0 Komentar
admin

Di jaman serba digital, tradisi cowekan saat Peringatan Maulid Nabi mulai digantikan dengan wadah plastik atau yang lain.

Namun apa yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan patut diacungi jempol.

Ratusan cowek alias cobek sengaja dihadirkan sebagai wadah berbagai makanan khas Maulid Nabi yang terbungkus rapi dengan plastik dan pita cantik. Misalnya, nasi kuning, buah-buahan, kue tradisional, dan lain-lain.

Setelah itu dikumpulkan jadi satu dan dibagikan secara merata kepada 300 lebih para pengurus dan anggota PKK Kabupaten Pasuruan, Dharma Wanita Persatuan (DWP) maupun Perwosi (Persatuan Wartawan Olahraga Seluruh Indonesia) Kabupaten Pasuruan.

Hasilnya, cobek-cobek tersebut sangat disukai oleh para undangan. Lantaran begitu pulang ke rumahnya masing-masing, mereka menggunakannya untuk menghaluskan sambal atau tempat rempah-rempah.

"Senang, karena sambil mengenang masa kecil atau remaja dulu. Semua pakai cobek, kalau sekarang khan banyak pakai plastik atau kertas kardus," ungkap Nur, salah satu undangan yang hadir.

Seperti diketahui, tradisi cowekan merupakan kegiatan bertukar cowek atau cobek berisi makanan antar warga. Sedangkan cobek adalah wadah yang terbuat dari tanah liat.

Dalam peringatan Maulid Nabi yang digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti pada Rabu (26/10/2022) pagi, Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Lulis Irsyad Yusuf menegaskan bahwa dipakainya cobek sebagai wadah tak lain sebagai cara untuk memberdayakan UKM maupun warga yang mempunyai usaha pembuatan gerabah.

Ia menginginkan semua oleh-oleh berasal dari kearifan lokal sekitar.

"Mulai dari cobek, buah dan sayur, lauk pauk berasal dari warga sekitar. Kita berdayakan yang terdekat daripada yang jauh-jauh," ucapnya.

Dijelaskan Lulis, tradisi cowekan memiliki filosofi yang dalam.

"Cowek itu kan dari tanah, unsur dasar kehidupan itu tanah, yang kemudian dibakar dan dikeraskan menjadi alat serbaguna. Itu gambaran bahwa manusia itu ditempa dengan ujian atau masalah, sehingga bisa menjadi manusia yang berkembang dan bermanfaat," jelasnya.

Di akhir sambutannya, istri Bupati Irsyad Yusuf itu berdoa agar Peringatan Maulid Nabi kali ini akan mendapatkan syafaat dan barokah.

"Semoga apa yang kita lakukan dicatat sebagai bagian dari amal ibadah kita kepada Allah SWT," tutupnya.

Sementara itu, di akhir acara, seluruh undangan mendapat hadiah berupa perabotan rumah tangga seperti penggorengan, spatula, ember, dll. Tak hanya itu saja, mereka juga memperebutkan buah dan sayur yang ditempatkan di depan panggung. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Jalan-Jalan ke Kecamatan Lumbang. Surganya Durian Kabupaten Pasuruan

Para petani buah durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mulai merasakan...

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...

Article Image
Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan Targetkan PAD Tahun Ini 3,6 Milyar

Perumda Air Minum Giri Nawa Tirta Kabupaten Pasuruan menargetkan kenaikan pendap...

Article Image
Target Pendapatan RPH di Kabupaten Pasuruan Sepanjang 2025, Terlampaui

Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan dari retribusi jasa p...

Article Image
Mengunjungi Gang Boneka di Desa Sumbergedang Pandaan

Berbisnis menjadi pilihan seseorang untuk meningkatkan taraf hidup menjadi semak...