Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Meriahnya Distrikan, Budaya Masyarakat Ranuklindungan, Kecamatan Grati

Gambar berita
01 Oktober 2018 (07:43)
Budaya
10070x Dilihat
0 Komentar
admin

Tradisi Distrikan yang dilaksanakan warga Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan di Danau Ranu , terus dilestarikan.

Bahkan, tradisi yang sudah membudaya tersebut digelar dengan sangat meriah. Sebagai buktinya, ribuan warga pada Minggu (30/09/2018) pagi tumplek blek membanjiri lokasi Distrikan maupun jalan-jalan yang dipakai untuk karnaval atau kirab budaya.

M Nizar, Panitia Distrikan mengatakan, kegiatan Distrikan merupakan budaya sekaligus potensi wisata yang harus dilestarikan. Apalagi distrikan adalah tradisi yang sudah turun temurun untuk menghormati kepercayaan para leluhur Ranu Grati, akan penunggu danau yang dikenal sebagai Baru Klinting, sesosok dewa yang berwujud ular besar.

"Sekalipun kebanyakan dari kami adalah muslim, tapi kami tetap melaksanakan ritual yang sama dengan pendahulu-pendahulu kita. Karena mau gak mau, mereka telah memberikan kontribusi yang banyak untuk keberlangsungan Ranu Grati. Kemudian kami juga telah mengetahui legenda tentang Baru Klinting atau sang penjaga danau ranu, di mana kalau setiap malam syuro pasti ada salah satu warga yang melihat penampakan seperti ular besar di tengah-tengah ranu," kata Nizar di sela-sela acara.

Selain untuk meneruskan kepercayaan para nenek moyang sekitar Ranu Grati, tradisi distrikan juga dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan memohon keselamatan saat bekerja. Upacara Distrikan upacara distrikan diibaratkan sebagai ungkapan permohonan warga nelayan keramba yang berdekatan dengan Danau kepada sang pencipta agar melimpahkan rezeki dan menjauhkan dari marabahaya dalam menangkap ikan.

"Kita terus berusaha untuk menjaga budaya ini, sekalipun jaman sudah masuk era globalisasi, tapi kita harus tetap mempertahankan unsur keaslian yang ada di desa kami," imbuhnya.

Sementara itu, sebelum ritual Larung Sesaji dimulai, terlebih dulu dilakukan Kirab Budaya, di mana Bupati Irsyad berkeliling Desa Ranuklindungan dengan menaiki Kereta Kencana Khas Grati. Setelah itu, dilanjutkan dengan tari-tarian dan doa bersama bersama pemuka agama setempat maupun para nelayan dan warga yang menyaksikan. Tak lupa, pakaian yang dikenakan oleh para nelayan pun tak sama dengan ketika mereka beraktifitas di sekitar ranu grati. Kebanyakan para nelayan sengaja menyimpan pakaian adat yang dipakai pada tahun-tahun sebelumnya, sebab dirasa masih bagus dan layak untuk dikenakan dalam momen larung sesaji di ranu grati. Dalam doanya, mereka berharap dengan dilarungnya sesaji yang telah disediakan, seyogyanya kesejahteraan akan datang kepada warga yang menggantungkan hidupnya dari Danau Ranu Klindungan

Barulah, setelah doa berakhir, sesajen yang terdiri dari berbagai macam makanan berupa nasi tumpeng warna putih, kuning, hijau dan hitam, maupun ayam dan bebek yang masih hidup, kemudian diarak bersama-sama oleh warga yang mengenakan pakaian tradisional khas jawa, untuk selanjutnya menuju tengah danau Ranu, guna mempersembahkan semua sesaji dan hasil bumi, kepada penunggu danau ranu grati. Untuk menuju ke ranu, para nelayan tersebut menggunakan perahu naga yang sudah dihias sedemikian rupa hingga tampak cantik dan berwarna-warni. Dalam kesempatan tersebut, baik Camat Grati, kemudian Kapolsek Grati, Danramil Grati, dan Panitia diberikan kesempatan untuk melarung tumpeng ke ranu grati. Sesampai di tengah ranu grati, para nelayan dan warga setempat diberikan kebebasan untuk merebut atau mengambil sesaji itu secara bersama-sama. Hal itu dilakukan agar banyaknya ikan yang ada di ranu grati, sama banyaknya dengan rejeki para warga yang tinggal di sekitar danau ranu grati.

"Tradisi inimerupakan peninggalan nenek moyang kami. Intinya kami berharap dengan kegiatan ini, nelayan di sekitaran Danau Ranu bisa mendapatkan kesejahteraan,” ucap Nizar kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji menghimbau agar Distrikan selalu dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Pemkab Pasuruan akan menjadikan Distrikan sebagai wisata khas Grati yang wajib dikunjungi oleh para wisatawan.

 

 

 

“Tradisi Distrikan ini sangat unik dan memiliki nilai sejarah yang kuat, sehingga harus dipertahankan sampai kapanpun. Oleh karenanya, saya mengajak kepada semua warga untuk selalu melestarikan budaya ini, karena kita juga akan mendukungnya,” ungkap Agus, sesaat setelah Distrikanselesai dilaksanakan. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Petani Pisang Cavendis Gondangwetan Banjir Order Program MBG

Pengusaha pisang cavendis dari Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten...

Article Image
Produksi Krisan di Kecamatan Tutur Tetap Stabil Penuhi Pasar Nasional

Di dunia ini, yang namanya bunga sangat beragam. Tapi tahukah anda, ada sat...

Article Image
Pemkab Pasuruan Kumpulkan Puluhan Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Per...

Article Image
Gubernur Khofifah Resmikan PERMATA JATIM Kelurahan Bendomungal, Wabup Gus Shobih Minta Warga Sekitar Jaga dan Memanfaatkannya Dengan Baik

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meminta kepada seluruh masyarakat Keluraha...

Article Image
Asyiknya Berwisata Petik Melon Golden Kinanti di Desa Sumbergedang, Pandaan

Berwisata tentu saja menjadi aktifitas menyenangkan agar otak bisa segar kembali...