Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Meski Hujan, Produksi Garam di Kabupaten Pasuruan Terus Dikebut

Gambar berita
17 November 2017 (11:30)
Ekonomi
3056x Dilihat
0 Komentar
admin

Meskipun hujan sudah mulai turun, produksi garam di Kabupaten Pasuruan masih terus berjalan.

Soegeng Subijanto, Kabid Usaha Perikanan pada Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengatakan, produksi garam masih terus dilakukan, lantaran intensitas hujan uang turun masih belum tinggi, ditambah dengan komitmen para petani untuk terus mengejar target produksi, minimal 80% dari target tahun 2017 sebesar 18.144 ton.

“Mungkin di wilayah pegunungan, intensitas hujannya sudah mulai sering. Tapi kalau di pesisir masih belum, sehingga kita terus mendorong para petani garam untuk memproduksi garam dan mereka semangat sekali,” kata Soegeng di sela-sela kesibukannya, Jumat (17/11/2017).

Produksi garam di Kabupaten Pasuruan tahun ini baru dimulai sejak bulan Juli, lantaran cuaca ekstrim yang mengakibatkan belum bisanya memproduksi garam secara maksimal. Dikatakan Soegeng, mulai juli hingga oktober, total produksi garam yang digarap di atas lahan seluas 243,2 hektar mencapai 11.948,55 ton, dengan rincian sebanyak 10.281,6 ton adalah garam KP (Kwalitas Produksi) I dan 1667 ton garam KP 2. Jumlah tersebut sudah mencapai 65,85% dari target produksi garam tahun ini, sehingga pihaknya hanya akan mengejar target sampai 80%.

“Kalau sampai 100% mungkin masih belum bisa kalau hujan sudah deras-derasnya. Tapi kalau seandainya belum hujan atau intensitasnya rendah, maka kami optimis produksi garam bisa kami kejar sampai target terpenuhi,” imbuhnya.

Ditambahkan Soegeng, para petani garam di Kabupaten Pasuruan boleh tersenyum lega, lantaran harga garam mengalami peningkatan cukup siginifikan, yakni mencapai Rp 3000-Rp 3600 per kilogram untuk KP1 dan garam KP 2 yang dibeli dengan harga mulai dari Rp 950-Rp 2900. Kenaikan tersebut tak lain karena meningkatnya jumlah permintaan akibat menipisnya stok garam local di dalam negeri.

“Tahun ini adalah berkah bagi para petani garam, karena di saat produksi garam di tanah air sedang lesu sehingga permintaan garam melambung tinggi. Dampaknya adalah harga garam yang naik, sehingga petani pun bisa tersenyum lebar dan semangat untuk terus memproduksi garam,” urai pria berkumis itu. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...