Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Meski Ratusan Ekor Terserang. Angka Kematian Sapi di Kabupaten Pasuruan Akibat LSD Sangat Rendah

Gambar berita
30 Agustus 2023 (15:31)
Kesehatan
3275x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Hingga hari ini, tercatat ada 572 sapi di Kabupaten Pasuruan yang terserang LSD (Lumpy Skin Disease).

Hanya saja, meski jumlahnya cukup banyak. Namun tingkat kematian sapi akibat penyakit ini dinilai masih sangat rendah.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan drh Ainur Alfiah melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet), drh Panti Absari mengatakan, rendahnya tingkat kematian sapi tak lepas dari penanganan yang cepat dan benar. Sehingga bisa diselamatkan dan akhirnya sembuh.

"Sebagian besar sudah tertangani dan telah dinyatakan sembuh," kata Panti melalui sambungan selulernya, Rabu (30/08/2023).

Dijelaskannya, dari 572 sapi yang terserang LSD, 421 ekor diantaranya masih dinyatakan sakit. Sedangkan yang sudah dinyatakan sembuh sebanyak 136 ekor. Untuk sapi yang mati hanya 3 ekor, 1 ekor dipotong paksa dan 11 lainnya dijual.

Dengan rendahnya tingkat kematian sapi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan meminta para peternak atau pemilik sapi untuk tetap tenang. Meskipun ada tanda-tanda terserang LSD, yang terpenting adalah penanganan yang tidak terlambat.

 "Karena yang paling penting jangan sampai terlambat ditangani," singkat Panti. 

Di Kabupaten Pasuruan, ratusan kasus LSD ditemukan di 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Mulai dari Bangil, Beji, Gempol, Gondangwetan, Lumbang, Kraton, Kejayan, Nguling, Pandaan, Prigen, Purwodadi, Gondangwetan.

Selanjutnya, Purwosari, Pasrepan, Puspo, Rembang, Sukorejo, Tutur, Winongan, hingga Wonorejo.

Kata Panti, pihaknya terus berupaya menanggulangi penyebaran LSD, salah satunya dengan vaksinasi terhadap sapi-sapi milik peternak. Cara tersebut sangat membantu untuk mendorong kesembuhan sapi-sapi peternak. 

Selain itu, apabila masyarakat melihat sapi-sapi nya mulai sakit dan mengarah ke LSD, maka langsung bisa melapor ke petugas agar segera diobati. 

"Kami gencar vaksinasi karena dampaknya cukup baik. Banyak sapi yang sembuh. Kalau ada sapi sakit, segera lapor, karena petugas langsung melakukan pengobatan sehingga langsung teratasi," himbaunya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...

Article Image
Jalan-Jalan ke Kecamatan Lumbang. Surganya Durian Kabupaten Pasuruan

Para petani buah durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mulai merasakan...

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...