Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Minat Orang ke Pasar Turun Drastis. Pedagang Pasar Bangil Curhat ke Pj Bupati Andriyanto

Gambar berita
26 Maret 2024 (03:48)
Ekonomi
2087x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Para pedagang di Pasar Bangil resah. Sebab dalam setahun ini minat orang untuk berbelanja ke pasar sangat menurun. Penyebabnya tak lain karena semakin menjamurnya pedagang yang berjualan di luar pasar.

Oleh karenanya, momen monitoring Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto ke Pasar Bangil, Selasa (26/3/2024) pagi dimanfaatkan betul oleh para pedagang untuk curhat.

Salah satunya Lina (41), pedagang daging ayam. Ia mengaku omset yang biasanya ia dapatkan anjlok dalam satu tahun terakhir. Setelah dicari tahu, ternyata banyak orang yang beralih ke pedagang di luar pasar lantaran harganya lebih murah daripada di dalam pasar.

"Kami khan rugi, karena mereka berani jual lebih murah dari pedagang yang ada di Pasar Bangil seperti kami. Contohnya daging ayam kami jual Rp 35 ribu, lah mereka jualnya Rp 33 ribu," katanya.

Ditambahkan Lina, menjamurnya pedagang di luar Pasar Bangil sepertinya tak bisa dibendung. Bahkan mereka berjajar di sepanjang jalan mulai Timur Pasar Bangil sampai di pertigaan Bekacak ataupun Kolursari. Itulah yang membuat Pasar Bangil tak lagi ramai pembeli.

Untuk itu, ia berharap kepada Pemerintah untuk menertibkan para pedagang tersebut supaya pasar bangil kembali ramai pembeli.

"Ya semoga segera ditertibkan pak supaya banyak yang datang ke Pasar Bangil. Sekarang jam 9 pagi sudah sepi pak, kalau dulu ramai sampai siang," ungkapnya.

Mendengarkan curhatnya para pedagang, Pj Bupati Andriyanto meminta para pedagang untuk bersabar sembari Pemerintah akan mencari formula yang bisa win win solution bagi kedua belah pihak.

"Tentunya kami minta untuk bersabar sejenak. Keluhan dari pedagang Pasar Bangil kami tampung dan akan kami cari formula yang terbaik. Win win solution kedua belah pihak," tegasnya.

Andriyanto beranggapan banyaknya pedagang di luar Pasar Bangil dan menjual dagangannya lebih murah, karena mereka tak berada dalam Paguyuban Pasar Bangil. Sehingga secara otomatis tidak dikenai pajak retribusi dan lainnya.

Namun bukan berarti pemerintah hanya berdiam saja, karena sebelumnya ternyata sudah dilakukan pendekatan, dan hasilnya para pedagang tetap kembali berjualan dengan alasan faktor ekonomi.

"Tadi saya sempat ngobrol sama Pak Wakapolres, ternyata sebelumnya pernah ditertibkan tapi ya kembali lagi, karena alasan faktor ekonomi. Makanya kita akan cari formula yang lain yang menguntungkan kedua belah pihak," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bluder Kentang Bromo Khas Desa Tosari Siap Jadi Oleh-Oleh Wisatawan

Berwisata ke Gunung  Bromo sudah pasti banyak dilakukan oleh para wisatawan...

Article Image
Melimpah. Petani Cabai di Desa Baledono, Kecamatan Tosari Mulai Panen Raya

Awal musim kemarau membuat para petani cabai di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasu...

Article Image
Cegah Penyalahgunaan dan Peredaran Narkotika, Pemkab Pasuruan Intens Gelar Dialog Interaktif Bersama BNN di LPPL Radio Suara Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)...

Article Image
Peringati Hari Kartini, PT Sorini Agro Asia Corporindo, Cempaka Foundation, DLH dan TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Aksi Tanam Pohon di Lereng Gunung Arjuna

PT Sorini Agro Asia Corporindo (Cargill Pandaan Plant) bersama Cempaka Foundatio...

Article Image
KOPAN Kabupaten Pasuruan Dilantik. Mas Rusdi Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Tanggulangi Narkoba

Narkoba, sampai saat ini masih menjadi musuh besar Bangsa Indonesia. Peran serta...