Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Optimis Penerimaan PBB P2 Capai Target Akhir November

Gambar berita
08 November 2019 (11:53)
Pelayanan Publik
2993x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemkab Pasuruan optimis, penerimaan pajak daerah dari sektor PBB P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan Perkotaan) yang ditargetkan sebesar Rp 70 Milyar, bisa terpenuhi sebelum tutup tahun.

Mukhammad Syafi’I, Kabid Pendataan, Penetapan dan Pelaporan pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, saat ini, total penerimaan  pajak daerah dari sektor PBB P2 sudah mencapai Rp 64 Milyar. Itu artinya, menyisakan Rp 6 Milyar lagi yang harus dikejar.

“Kalau diprosentasekan, tinggal 6 persen saja. Insya Allah kita optimis, akhir November atau paling lambar pertengahan desember sudah tercapai,” kata Syafi’I saat ditemui di kantornya, Jumat (08/11/2019).

Untuk mengejar sisa target, BKD melakukan berbagai macam langkah. Utamanya adalah mengoptiomalkan penagihan wajib pajak yang belum melaksanakan kewajibannya melalui operasi sisir. Kata Syafi’I, dalam operasi sisir, para pegawai di BKD dikerahkan untuk mendatangi kantor desa maupun kecamatan, serta berpartisipasi dalam Kenduren Mas yang diselenggarakan Pemkab Pasuruan setiap 2 minggu sekali.

“Setiap ada Kenduren Mas, kita selalu hadir. Dan antusiasme para wajib pajak untuk membayar PBB P2 selalu tinggi. Bahkan, ketika kita datangi langsung ke rumah wajib pajak, mereka juga lebih senang,” ucapnya kepada Suara Pasuruan.

Lebih lanjut Syafi’I menegaskan bahwa para wajib pajak PBB P2 yang belum membayar, didominasi masyarakat pedesaan. Dari seluruh wajib pajak yang mencapai  750 ribu WP, kurang lebih 70% adalah warga pedesaan. Kalau diangkakan, sekitar 300-400 ribu WP yang masih menunggak.

“Paling banyak memang warga desa,” singkatnya.

Sementara itu, saat ditanya masih banyaknya WP yang belum membayar PBB P2, Syafi’I menegaskan bahwa banyak warga yang jarak antara tempat tinggalnya dengan loket pembayaran sangat jauh. Selain itu, warga desa memilih membayar PBB P2 bersamaan dengan panen padi, buah maupun sayuran.

“Biasanya begitu. Pas panen, baru bayar pajak. Kalau yang jauh, lebih ke malas untuk membayar. Maka dari itu, kita jemput bola ke desa-desa atau bahkan ke rumah-rumah WP. Mereka tinggal bayar, itu saja,” tegasnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Gerakan Bangkit Kembali Belajar, Upaya Pemkab Pasuruan Atasi Anak Putus Sekolah dan Naikkan IPM

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo resmikan Gerakan Bangkit Kembali Belajar (Gerba...

Article Image
Tuntaskan Anak Tidak Sekolah. Mas Rusdi Launching GERBANG KEMBAR

Pemerintah Kabupaten Pasuruan meluncurkan Program Gerakan Bangkit Kembali Belaja...

Article Image
Ribuan Jamaah Calon Haji Kabupaten Pasuruan Ikuti Manasik Terintegrasi

Ribuan jamaah calon haji Kabupaten Pasuruan mengikuti manasik haji terintegrasi,...

Article Image
Delegasi Lawatan Muhibbah Pertubuhan Wargamas Brunei Darussalam berkunjung ke Kabupaten Pasuruan

Puluhan anggota Delegasi Lawatan Muhibbah Pertubuhan Wargamas Brunei Darussalam...

Article Image
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang Pertama di BLK Rejoso

Sebanyak kurang lebih 96 peserta terdaftar sebagai peserta pelatihan berbasis ko...