Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Paprika Tutur, Sayur Eksotis Berkualitas Kaya Vitamin

Gambar berita
06 Agustus 2018 (13:43)
Ekonomi
3623x Dilihat
0 Komentar
admin

Sampai saat ini, potensi Paprika di Kabupaten Pasuruan luar biasa. Dari luas tanaman Paprika yang dibudidayakan di Kecamatan Tutur sekitar 56 hektar, produktivitas sampai akhir tahun 2017 sebesar 210, 26Kw/Ha dengan masa panen puncak antara Oktober-Desember. Jumlah tersebut telah melampaui dari target yang ditetapkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pasuruan tahun 2013-2018 sebesar 103,10kw/ha atau meningkat sebesar 103,94%.

Lebih dari 300.000 tanaman Paprika tumbuh dan berkembang di beberapa desa di Kecamatan Tutur yang secara geografis dengan ketinggian 900 mdpl di lereng gunung Bromo tersebut sangat memungkinkan digunakan sebagai sentra budidaya. Sedikitnya 151.000 tanaman Paprika tersebar di 55 green house yang telah dibudidayakan sejak 12 tahun lalu, paling banyak ditanam di Desa Tlogosari.

Adalah Sucianto, satu diantara petani Paprika sukses dari Dusun Kumbo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tutur. Berkat kerja cerdasnya yang mulai membudidayakan Paprika berjenis Mancilia, Maramilo, Sporkagus, Samson dan Edition sejak tahun 2001 silam, ia berhasil menjadikan Paprika sebagai salah satu icon produk hortikultura unggulan dari Kabupaten Pasuruan. Dalam setiap panen yang per-harinya menghasilkan sekitar 300-400 kg, Paprika memiliki pangsa pasar dengan segmentasi tersendiri. Tidak hanya dikirim ke kota-kota besar di tanah air seperti Surabaya, Bali, Balikpapan, Medan, Jakarta, Semarang dan Bandung saja, tetapi juga  sampai ke negeri seberang. Sebut saja Singapura dan negara-negara di Asia lainnya.    

"Kalau dihitung secara global, per minggunya saya habis sekitar 7 juta untuk beli obat tanaman. Paprika itu jangan coba-coba akan berhasil kalau jauh dari pemiliknya. Justru orang-orang yang gagal menanam Paprika itu orang yang hanya mengandalkan karyawan saja. Karena perawatannya kan ekstra, selain harus menyiram rutin juga mengawasi tanaman, jangan sampai tanamannya stress. Paprika itu kan peka, kalau ada orang masuk kena virus, dampaknya ke daun, bisa rusak, akhirnya tidak bisa berbunga dan berbuah. Itu yang selalu saya pesankan ke 27 karyawan yang selalu membantu di kebun", tuturnya dengan penuh semangat.

Terlepas dari profit menggiurkan, ia memiliki angan-angan sederhana yaitu Paprika berkualitas premium asal Kecamatan Tutur mampu merajai pasaran tanaman hortikultura yang dikenal di pasaran mancanegara. Mendunia, sejajar dengan produk hortikultura dari bangsa lain, itu mimpinya yang siap diwujudkan. (Eka Maria)

 

 

<p justify;"=""> 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kabupaten Pasuruan Borong 3 Penghargaan IHCBA 2025

Awal tahun 2026, Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meraih penghargaan dalam ajang In...

Article Image
Berangkatkan Ribuan Peserta Jalan Sehat Kerukunan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, Wabup Gus Shobih Gelorakan Hidup Sehat Dengan Berolahraga

Jalan Sehat Kerukunan yang digelar dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB...

Article Image
Petani Pisang Cavendis Gondangwetan Banjir Order Program MBG

Pengusaha pisang cavendis dari Desa Kalirejo, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten...

Article Image
Produksi Krisan di Kecamatan Tutur Tetap Stabil Penuhi Pasar Nasional

Di dunia ini, yang namanya bunga sangat beragam.&nbsp;Tapi tahukah anda, ada sat...

Article Image
Pemkab Pasuruan Kumpulkan Puluhan Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Per...