Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Para Perajin Tempe di Purwodadi Terus Bertahan Meski Harga Kedelai Tinggi

Gambar berita
21 Januari 2021 (17:49)
Ekonomi
3613x Dilihat
0 Komentar
admin

Para perajin tempe di Kabupaten Pasuruan mencoba terus bertahan meski harga kedelai masih tinggi.

Ferry Setiawan (30), salah satu perajin tempe di Kampung Tempe Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi mengungkapkan, naiknya harga kedelai terjadi mulai september 2020 lalu sampai sekarang.

Saat ini, harga kedelai berkualitas bagus untuk per kilonya masih di kisaran Rp 9000-Rp 9500. Padahal sebelum naik, harganya masih sekitar Rp 6000.

Dengan tingginya harga kedelai, Ferry terpaksa memperkecil ukuran tempe serta menaikkan harga tempe yang ia jual ke pelanggannya di Pasar Lawang.

“Ya mau gimana lagi mas. Biasanya saya jual mulai dua ribu, sekarang saya naikkan jadi dua ribu lima ratus. Ukurannya juga saya perkecil sedikit,” kata Ferry sembari mempersiapkan tempe yang ia buat di rumahnya, Kamis (21/01/2021).

Untungnya, para langganannya tak keberatan dengan naiknya harga tempe. Kata Ferry, meski harganya ia naikkan, tapi kualitas dan rasa tempe yang ia produksi tetap sama.

“Kalau rasanya berubah, jelas kabur pelanggan saya. Dan Alhamdulillah, mereka semua memahaminya,” ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung perihal pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap usahanya, Ferry mengiyakan hal tersebut.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 tak hanya berpengaruh pada omset saja, melainkan permintaan pasar yang semakin lesu.

Ia lantas mencontohkan, apabila biasanya banyak rumah makan, catering dan rumah makan yang membeli tempe dengan jumlah banyak. Namun adanya Pandemi Covid-19 seperti terjun bebas. Yang biasanya sehari bisa memproduksi sampai 300 kilogram tempe jadi, kini maksimal hanya 100 kilogram saja.

Begitu pula mendapatkan keuntungan yang didapatkannya juga merosot tajam, yakni dari yang biasanya Rp 500 ribu per hari, kini hanya mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu.

“Kalaupun mentok, maksimal 100 kilo saja. Kayak terjun bebas pokoknya. Semoga pandemic ini segera berakhir dan perekonomian segera pulih dan bangkit kembali," harapnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
DWP Kabupaten Pasuruan dan Finna Food Gelar Lomba Memasak Berbahan Dasar Udang

Puluhan Tim dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) dari seluruh OPD maupun Kecamatan...

Article Image
Mas Rusdi Resmikan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan

Warga Kota dan Kabupaten Pasuruan kini tak perlu repot-repot ke luar daerah untu...

Article Image
Kebun Raya Purwodadi Miliki Koleksi Tanaman Biji-Bijian Terlengkap se-Indonesia

Bersantai sambil menikmati sejuknya udara dari pepohonan yang rimbun plus mend...

Article Image
Petani Alpukat Purwodadi Mulai Panen "Apit"

Berwisata menjadi salah satu aktifitas yang selain menyenangkan, juga menambah b...

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...