Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pastikan Sesuai Aturan, Kemenag Kabupaten Pasuruan Periksa Koper Jamaah Sebelum Berangkat

Gambar berita
13 Juni 2022 (12:29)
Umum
4615x Dilihat
0 Komentar
admin

Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan memastikan seluruh koper jamaah yang akan pergi haji sudah sesuai aturan.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan, Syaikhul Hadi di sela-sela persiapan pemberangkatan jamaah calon haji di Kantor Kemenag Kabupaten Pasuruan, Senin ( 13/06/2022) siang.

Menurutnya, sebelum dibawa menuju Embarkasi Haji Sukolilo Surabaya, koper jamaah telah melalui proses pemeriksaan dan penimbangan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi pelanggaran yang dilakukan dalam hal barang bawaan.

Untuk Jemaah haji reguler berhak membawa tas bagasi tercatat yang dapat diisi maksimal 15 kilogram dan tas tenteng yang dapat diisi maksimal 5 kg dan tas paspor.

"Sehari jelang keberangkatan, koper jamaah langsung kita periksa dan kita timbang. Kita ingin semuanya sesuai ketentuan. Koper maksimal 15 kilogram dan tas tenteng maksimal 5 kilogram," katanya.

Dijelaskannya, Kemenag telah menerbitkan surat edaran Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji (PHU) yang mengatur tentang barang bawaan. Ada sejumlah ketentuan seperti misalnya mengatur tentang batas maksimal berat koper, jenis koper atau tas yang bisa dibawa, serta sejumlah barang yang dilarang untuk dibawa.

"Sudah diatur juga ketentuan membawa obat-obatan, termasuk larangan memasukkan air Zamzam ke dalam koper. Hal tersebut perlu menjadi perhatian agar jemaah yang akan berangkat tidak merepotkan diri sendiri karena harus membongkar kembali kopernya," jelas dia.

Perihal benda-benda tajam (gunting, potong kuku, alat pencukur, dan lainnya) dimasukkan ke dalam tas bagasi tercatat (bukan dalam tas tenteng). Begitu pula untuk jemaah haji yang akan membawa obat-obatan dalam jumlah yang banyak, perlu membawa surat pengantar dari dokter yang bersangkutan.

"Kalau untuk obat-obatan harus ada surat pengantar dari dokter pribadi atau dokter yang menangani para jamaah sebelum berangkat," ucapnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan dan TNI AL Sepakat Bentuk Tim Ad Hoc Percepat Penyelesaian Sengketa Lahan di Lekok dan Nguling

Pemerintah bersama TNI AL sepakat membentuk Tim Ad Hoc untuk mempercepat penyele...

Article Image
Berangkatkan Peserta Bromo KOM 2026. Wabup Gus Shobih : Ajak Semua Keluarga Anda Berlibur dan Berwisata di Kabupaten Pasuruan

Bromo KOM 2026 resmi dimulai. Ajang pertemuan para pesepeda rekreasional, pengho...

Article Image
Bupati Pasuruan Hadiri Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali

Bupati Pasuruan Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Region...

Article Image
33 Desa di Kabupaten Pasuruan Telah Ditetapkan Sebagai Desa Tangguh Bencana

Sebanyak 33 desa di Kabupaten Pasuruan kini telah ditetapkan sebagai Desa Tanggu...

Article Image
Ikuti Rapat Dengar DPR RI. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Terus Perjuangkan Kepastian Hukum Warga Lekok Sampai Tuntas

Persoalan sengketa lahan antara masyarakat dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) di sal...