Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Perairan Hutan Mangrove Penunggul Dikunjungi Ribuan Ubur-Ubur

Gambar berita
10 Mei 2023 (16:56)
Pariwisata
2908x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Perairan Wisata Hutan Mangrove di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan dikunjungi ribuan ubur-ubur, Selasa (09/05/2023).

Munculnya ribuan ekor ubur-ubur ini pun jadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Mereka terlihat sangat antusias mengabadikan ribuan ubur-ubur dengan kamera ponselnya.

Salah satunya Umrotul Isma (34). Wisatawan asal Sidoarjo ini mengaku awalnya mampir ke wisata hutan mangrove penunggul setelah bersilaturahmi dengan salah seorang kerabatnya disana.

Namun, sesampainya disana,ia terheran-heran sekaligus takjub dengan kemunculan kawanan ubur-ubur.

"Baru pertama kali lihat. Banyak sekali ubur-uburnya," ungkapnya.

Bagi Isma dan keluarganya, momen melihat ubur-ubur ini menjadi pengalaman yang langka. Apalagi hewan yang diyakini sudah ada sejak zaman purba ini  bisa disaksikan dekat dari dermaga wisata di pinggir laut tersebut. Bahkan bisa dipegang dengan lembut. 

"Ini baru pertama kali lihat ubur-ubur langsung, kaget juga soalnya dulu pernah kesini tapi ngga ada ubur-uburnya," ungkapnya.

Sementara itu, Agus Slamet Ariyanto, anggota Pokdarwis hutan mangrove Desa Penunggul, menuturkan bahwa fenomena kemunculan ribuan ubur-ubur ini selalu terjadi hampir setiap setahun sekali.

Kawanan ubur-ubur ini sudah mulai terlihat sejak satu hingga dua bulan yang lalu.

"Perkiraan sampai beberapa hari kedepan ubur-uburnya ini masih bisa dilihat dari dekat," ujar Agus.

Menurut Agus, kawanan ubur-ubur ini selalu datang berbarengan dengan naiknya pasang air laut.

Diungkapkannya, binatang yang tergolong sebagai spesies invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang ini cenderung muncul ketika kondisi matahari sedang terik.

"Keluarnya mulai sekitar jam 8 sampai jam 12 an, ketika pasang air itu keluar semua," jelasnya.

Meskipun kawanan ubur-ubur ini menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan, namun Agus menghimbau agar tetap waspada.

Pasalnya tentakel hewan ini mengandung racun yang bisa mengakibatkan gatal-gatal dan iritasi pada kulit.

"Kami himbau agar pengunjung tidak memegang ubur-ubur karena bisa gatal dan kalau digaruk bisa luka," pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Gorong-Gorong di Simpang 4 Petungasri Pandaan Ambles. Pemkab Pasuruan Lakukan Pembersihan Sampah dan Penggantian Gorong-Gorong

Pemerintah Kabupaten Pasuruan tanggap cepat terhadap kejadian amblesnya Gorong-g...

Article Image
Kebakaran Hutan dan Lahan Gunung Arjuno - Welirang Capai 300 Hektar Lebih. Pemadaman Manual dan Water Bombing Terus Dilakukan

Sampai saat ini, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Gunung Arjuno-Welirang, te...

Article Image
Hadapi Liga 3 Nusantara. Persekabpas Tambah Amunisi Pemain di Lini Depan

Semakin dekatnya jadwal kompetisi Liga 3 Nusantara, skuad Persekabpas terus mema...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bangun Puluhan Tandon Permanen di Wilayah Terdampak Kekeringan. Masyarakat Manfaatkan Saat Kemarau maupun Penghujan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang membangun...

Article Image
Kementerian Haji dan Umroh RI Apresiasi Pemkab Pasuruan Hibahkan Tanah untuk Pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu

Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia (RI) mengapresiasi Pemerintah Kabu...