Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Perairan Hutan Mangrove Penunggul Dikunjungi Ribuan Ubur-Ubur

Gambar berita
10 Mei 2023 (16:56)
Pariwisata
2619x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Perairan Wisata Hutan Mangrove di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan dikunjungi ribuan ubur-ubur, Selasa (09/05/2023).

Munculnya ribuan ekor ubur-ubur ini pun jadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Mereka terlihat sangat antusias mengabadikan ribuan ubur-ubur dengan kamera ponselnya.

Salah satunya Umrotul Isma (34). Wisatawan asal Sidoarjo ini mengaku awalnya mampir ke wisata hutan mangrove penunggul setelah bersilaturahmi dengan salah seorang kerabatnya disana.

Namun, sesampainya disana,ia terheran-heran sekaligus takjub dengan kemunculan kawanan ubur-ubur.

"Baru pertama kali lihat. Banyak sekali ubur-uburnya," ungkapnya.

Bagi Isma dan keluarganya, momen melihat ubur-ubur ini menjadi pengalaman yang langka. Apalagi hewan yang diyakini sudah ada sejak zaman purba ini  bisa disaksikan dekat dari dermaga wisata di pinggir laut tersebut. Bahkan bisa dipegang dengan lembut. 

"Ini baru pertama kali lihat ubur-ubur langsung, kaget juga soalnya dulu pernah kesini tapi ngga ada ubur-uburnya," ungkapnya.

Sementara itu, Agus Slamet Ariyanto, anggota Pokdarwis hutan mangrove Desa Penunggul, menuturkan bahwa fenomena kemunculan ribuan ubur-ubur ini selalu terjadi hampir setiap setahun sekali.

Kawanan ubur-ubur ini sudah mulai terlihat sejak satu hingga dua bulan yang lalu.

"Perkiraan sampai beberapa hari kedepan ubur-uburnya ini masih bisa dilihat dari dekat," ujar Agus.

Menurut Agus, kawanan ubur-ubur ini selalu datang berbarengan dengan naiknya pasang air laut.

Diungkapkannya, binatang yang tergolong sebagai spesies invertebrata atau hewan tanpa tulang belakang ini cenderung muncul ketika kondisi matahari sedang terik.

"Keluarnya mulai sekitar jam 8 sampai jam 12 an, ketika pasang air itu keluar semua," jelasnya.

Meskipun kawanan ubur-ubur ini menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan, namun Agus menghimbau agar tetap waspada.

Pasalnya tentakel hewan ini mengandung racun yang bisa mengakibatkan gatal-gatal dan iritasi pada kulit.

"Kami himbau agar pengunjung tidak memegang ubur-ubur karena bisa gatal dan kalau digaruk bisa luka," pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...

Article Image
Gus Wabup Shobih Optimis, MTQ JQH NU Kabupaten Pasuruan 2026 Cetak Generasi Qurani

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori optimis, Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) J...

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...