Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Pilkades di Kabupaten Pasuruan, Berjalan Lancar

Gambar berita: Pilkades di Kabupaten Pasuruan, Berjalan Lancar

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2017 di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (07/10) secara keseluruhan berjalan lancar.

Hingga berita ini ditulis, sebanyak 20 desa telah selesai melaksanakan rekapitulasi penghitungan surat suara di seluruh TPS (Tempat Pemungutan Suara) di masing-masing desa tersebut.

Anang Saiful Wijaya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pasuruan mengatakan, pelaksanaan pencoblosan dimulai sejak pukul 8 pagi dan ditutup pukul 2 siang. Dari 46 desa yang tersebar di 20 kecamatan, desa-desa yang telah selesai melaksakanan seluruh tahapan pemilihan kebanyakan adalah desa dengan jumlah pemilih antara 2000 sampai 3000 orang. Sedangkan yang hingga kini masih melakukan penghitungan surat suara adalah desa-desa dengan jumlah pemilih di atas 5000 orang.

“Contohnya saja Desa Wonojati, Kecamatan Gondangwetan yang sudah selesai pukul 5 sore, dan untuk Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol sampai sekrang masih belum selesai, karena jumlah pemilihnya lebih dari 8000 orang,” kata Anang saat dihubungi via telepon.

Pemkab Pasuruan sendiri terus stand by melakukan pengecekan, pengawasan dan pengamanan Pilkades 2017. Khusus untuk pengamanan, para anggota Satpol PP masih terus berjaga di semua TPS yang masih melangsungkan penghitungan, serta dibantu dengan anggota Linmas. Total ada 100 lebih personel yang diterjunkan, baik di sekitar TPS maupun yang bersifat keliling.

“Ada anggota yang memang khusus ditempatkan di TPS, tapi ada juga yang sifatnya keliling karena memantau dari semua desa yang melaksanakan Pilkades. Dan Alhamdulillah semua berjalan lancar, meski ada sedikit permasalahan teknis, tapi semuanya sudah teratasi,” terang pria yang sebelumnya menjabat Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan itu.

Permasalahan yang dimaksud diantaranya masih adanya pemilih yang datang sebelum dibukanya jam pemilihan, pemilih yang datang lewat pintu belakang, dan kegaduhan selama rekapitulasi.

“Bahkan, ada pemilih yang datang pukul 3 dini hari hahahaha. Mungkin itu pemilih yang belum membaca tata cara pemilihan, trus ada yang masuk TPS lewat pintu belakang, ada-ada saja. Tapi itu semua adalah bagian dari demokrasi yang telah terselesaikan masalahnya,” ungkapnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...

Article Image
Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 4,07 Triliun

Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran...

Article Image
Pembangunan Pintu Pengendali Air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Winongan Rampung 100%

Pembangunan pintu pengendali air di Dusun Gambiran, Desa Bandaran, Kecamatan Win...

Article Image
Puncak Hari Santri Nasional, Ribuan Masyarakat Kabupaten Pasuruan Diajak Bersholawat bersama Habib Bidin dan Majelis Az Zahir

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2026, Pemerintah Kabupaten...