Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

PKK Kabupaten Pasuruan Jaga Tradisi "Cowekan" Saat Maulid Nabi

Gambar berita
10 September 2024 (10:50)
Pemerintahan
2046x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Di Indonesia, tradisi cowekan (menggunakan cobek sebagai wadah kue, nasi maupun buah-buahan) saat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  sudah tergantikan dengan wadah yang terbuat dari plastik maupun stainless steel.

Namun apa yang dilakukan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan justru sebaliknya.

Ratusan cowek alias cobek sengaja dihadirkan sebagai wadah berbagai makanan khas Maulid Nabi seperti nasi kuning, buah-buahan, kue tradisional, dan lain-lain.

Cobek-cobek tersebut diberikan sebagai buah tangan alias oleh-oleh bagi 350 lebih para ibu yang menghadiri Pengajian dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Graha Maslahat, Selasa (10/9/2024) siang.

Hasilnya, cobek-cobek tersebut sangat disukai oleh para undangan. Mulai dari para pengurus dan anggota PKK Kabupaten Pasuruan, Dharma Wanita Persatuan (DWP), Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) hingga para Kepala OPD perempuan dan istri anggota Forpimda.

"Cobeknya besar dan bagus sekali. Lumayan kalau pengen rujakan atau bikin sambel dengan porsi banyak, bisa dipakai," ungkap Anita, salah satu peserta pengajian.

Pj Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Ny Luhur Ngudi Setyaningrum mengungkapkan, tradisi cowekan punya filosofi yang mendalam.

"Cowek itu kan dari tanah, unsur dasar kehidupan itu tanah, yang kemudian dibakar dan dikeraskan menjadi alat serbaguna. Itu gambaran bahwa manusia itu ditempa dengan ujian atau masalah, sehingga bisa menjadi manusia yang berkembang dan bermanfaat," jelasnya.

Lebih lanjut istri Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto itu menyebut, dengan memborong ratusan cobek, sama halnya dengan memberdayakan UKM maupun warga yang mempunyai usaha pembuatan gerabah.

"Semua oleh-oleh berasal dari kearifan lokal sekitar. Mulai dari cobek, buah dan sayur, lauk pauk berasal dari warga sekitar. Kita berdayakan yang terdekat daripada yang jauh-jauh," ucapnya.

Sementara itu, di akhir acara, seluruh undangan mendengarkan siraman rohani oleh Nyai Hj Imamah. Isinya seputar bagaimana meneladani Rosulullah SAW sebagai Pribadi Rohmatan Lil Alamin. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Wonokerto Terus Ditingkatkan

Sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)  Wonokerto, teru...

Article Image
Pemkab Pasuruan Dorong Peningkatan Level Puluhan Desa Maju Jadi Desa Mandiri

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan tahun ini mendorong peningkatan status da...

Article Image
Belasan Tahun Tak Diperbaiki. Jalan Poros di Desa Watuprapat Nguling, Kini Dibangun Kembali

Warga Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling berucap syukur. Sebab selama 14 tahun t...

Article Image
1-31 Agustus 2026. Ayo Manfaatkan Layanan Pembebasan Pajak Daerah

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indones...

Article Image
Jalur Bangil - Sukorejo Kini Terang Benderang. Pemkab Pasuruan Selesai Bangun 385 PJU Smart System

Sepanjang Jalan dari Bangil - Sukorejo, kini tak lagi suram alias terang bendera...