Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Rutan II B Bangil Beri Pelatihan Meubeler Bagi Warga Binaannya

Gambar berita
19 September 2017 (18:26)
Umum
3822x Dilihat
0 Komentar
admin

16 Warga Binaan Rumah Tahanan Negara Kelas II Bangil mendapat pelatihan bidang meubeler hasil kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).

Kegiatan yang dimulai sejak awal bulan September ini merupakan upaya Rutan II B Bangil untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) seluruh warga binaan, utamanya yang memiliki skill di bidnag pertukangan.

Wahyu Indarto, Kepala Rutan II B Bangil mengatakan, tujuan utama dilaksanakannya pelatihan meubeler adalah untuk meningkatkan kesadaran warga binaan akan Kualitas SDM yang harus ditingkatkan, sehingga begitu keluar dari Rutan (bebas), dapat diaplikasikan di kehidupan masyarakat.

“Ujungnya nanti dapat membuka lapangan kerja di sekitar tempat tinggal warga binaan, juga mengurangi tingkat pengangguran serta meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” kata Wahyu di sela-sela pelatihan, Selasa (19/09/2017)

Pelatihan meubeler sendiri akan terus dilakukan sampai 2 bulan lamanya. Kata Wahyu, pihak BLK menyediakan instruktur yang siap membekali warga binaan dengan ilmu teori dan praktek dalam pembuatan meja, kursi dan lemari.

“Kalau untuk peralatan semuanya dari BLK, dan nanti begitu ada hasilnya, maka meja dan kursi atau lemari bisa diambil lagi sebagai bukti telah dilaksanakannya pelatihan, atau kalau di Rutan memerlukan, juga bisa diberikan. Yang paling penting adalah kami menginginkan adanya kegiatan yang dapat memberdayakan warga binaan supaya begitu keluar Rutan, mereka menjadi pribadi yang terampil dan siap bekerja kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Eko (43), salah satu warga binaan mengaku antusias mengikuti pelatihan meubeler yang sudah diikutinya sejak awal. Saking antusiasnya, dirinya akan berjanji untuk bisa berguna bagi keluarganya, melalui dunia meubeler.

“Kalau dibilang menyesal, menyesal mas. Tapi saya berjanji untuk nanti bisa menjadi yang terbaik bagi keluarga. Saya optimis melalui pelatihan ini, begitu saya keluar, saya akan cari modal atau minimal cari kerjaan meubel,” ungkapnya kepada Suara Pasuruan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Petakan Kebutuhan Industri dengan Skill Pencaker, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Gelar Training Needs Analysis

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan menggelar Training Needs Analysis (TNA)...

Article Image
Khidmat pada Ulama dan Santri. Pemkab Pasuruan dan PCNU Gelar Medical Check Up Gratis

Sejumlah kiyai hingga para santri di Kabupaten Pasuruan mengikuti Medical Check...

Article Image
Pimpin Apel Santri Nasional 2026, Gus Shobih: Santri Jangan Ada Rasa Minder

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Apel Hari Santri Nasional (HSN) tahun 20...

Article Image
Doa Kebangsaan 2 Tahun Prabowo-Gibran, Gus Shobih: Pembangunan Tak Cukup Kerja Keras Fisik, Tapi Butuh Ketersambungan Batin

Dalam gelaran Doa Kebangsaan memperingati 2 tahun kepemimpinan Presiden H. Prabo...