Hadir dalam Safari Ramadhan 1446 Hijriyah bersama para alim ulama di Aula KH Ahmad Jufri, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menyampaikan pentingnya penguatan akhlakul karimah bagi generasi muda. Khususnya para pelajar mulai jenjang SD hingga SMP.
Menurutnya, dibutuhkan penguatan implementasi program Wajib Madin (Madrasah Diniyah) agar lebih optimal lagi. Oleh karena itu harus dilakukan kajian lebih mendalam dalam pelaksanaannya di lapangan.
"Kemarin sempat berdiskusi terkait penguatan formula Wajib Madin, apa yang kurang kurang itu harus kita benahi. Di beberapa kecamatan, Wajib Madin ini ada yang kurang dan akan kita perkuat ke depannya. Karena akhlakul karimah penting bagi anak anak kita," katanya.
Dalam forum silaturahmi yang menghadirkan jajaran Forkopimda, rais syuriah, para alim ulama, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat tersebut, Bupati Rusdi juga menyampaikan beberapa poin penting lainnya. Fokusnya lebih kepada pembangunan daerah yang dilakukan secara bersama-sama antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan para pemangku kepentingan untuk kemajuan Kabupaten Pasuruan.
Oleh karenanya, ia berharap kepada PCNU Kabupaten Pasuruan agar senantiasa bersinergi dan berkolaborasi. Termasuk dalam memberikan gagasan dan masukan kepada Pemerintah Daerah.
"Sebaliknya, kami, Pemkab Pasuruan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bagaimana bisa memberikan pelayanan maksimal sekaligus terus mendengarkan masukan dari masyarakat," tandasnya.
Diakhir sambutannya, Bupati Rusdi menjabarkan tentang Raperda Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan yang saat ini diajukan kepada jajaran legislatif. Tujuannya untuk mengatur penyelenggaraan TJSL perusahaan dan membangun hubungan harmonis antara perusahaan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Kita juga sedang menyelesaikan Perda TJSL yang nantinya dapat bersentuhan langsung dengan masyarakat. Sekaligus dapat bersinergi dengan program-program Pemerintah Daerah," pungkasnya dalam agenda yang diselenggarakan pada hari Rabu (12/3/2025) sore tersebut. (Iguh+Eka Maria)
Komentar