Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Sarasehan Kebangsaan, Momentum Bupati Irsyad Bersilaturrahmi Dengan Para Pejuang Kemerdekaan RI

Gambar berita
16 Agustus 2017 (19:50)
Nasionalisme
3170x Dilihat
0 Komentar
admin

Sehari jelang Hari Kemerdekaan RI ke 72 tahun, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Sarasehan bersama Perintis Kemerdekaan, Rabu (16/08/2017) malam.

Sarasehan sendiri dilaksanakan di Pendopo Nyaweji Ngesti Wenganing Gusti Pemkab Pasuruan, dan dihadiri oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, Wakil Bupati, Riang Kulup Prayuda, Ketua Tim Penggerak PKK Lulis Irsyad Yusuf dan Wakil Ketua I dan II, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Derah), para kepala SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah), serta para pejuang veteran yang tergabung dalam LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia), PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia), Pepabri dan DHC 45 Kabupaten Pasuruan.

Bambang Sakri, Penasehat LVRI Kabupaten Pasuruan dalam sambutannya berharap, 72 tahun kemerdekaan RI ini dijadikan momentum bagi bangsa ini untuk memupuk kembali semangat kebangsaan dan cinta tanah air kepada bangsa dan negara Indonesia.

"Ini adalah momentum bagi kita semua sebagai bangsa untuk menjadikan kemerdekaan RI yang sudah mencapai usia 72 tahun, sebagai bekal untuk mempertebal semangat kebangsaan dengan cara memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa, apapun profesi yang saat ini kita geluti," katanya.

Bambang mengatakan, proses kemerdekaan bangsa Indonesia ini bukanlah diraih dengan mudah. Ada proses perjuangan panjang hingga bangsa ini meraih kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 lalu. Sekitar 350 tahun bangsa ini dijajah dan dikooptasi oleh asing.

"Karena itu, kemerdekaan ini harus kita syukuri bersama sebagai bentuk terimakasih kita kepada para founding fathers yang telah berjuang untuk membawa bangsa ini berdaulat," ujarnya.

Lebih jauh, Bambang melanjutkan, 72 tahun lalu bangsa Indonesia masih dikatakan bimbang, lantaran apakah harus memproklamasikan kemerdekaannya? Tapi karena dorongan anak-anak muda yang resah dengan kondisi bangsanya yang dijajah oleh pihak asing, maka mereka berinisiatif untuk memerdekakan Indonesia dengan menculik Soekarno, agar segera memerdekakan Indonesia.

"Saya sangat bangga kalau melihat peta bangsa kita yang begitu besar, begitu luas, begitu mengagungkan dan kaya raya. Bangsa kita terletak dari Sabang sampai Merauke. Coba kalau bangsa kita terpecah-pecah, Jawa Merdeka, Bali merdeka, Sumatera merdeka, Kalimantan merdeka, betapa sumpeknya kita sebagai rakyat Indonesia," imbuhnya.

Sebab, menurutnya, jika bangsa kita terpecah-pecah, kalau kita mau ke luar Jawa, atau orang Kalimantan mau keluar Kalimantan, harus menggunakan parpor dan visa. Beruntung bangsa kita besar dan luas sehingga rakyat Indonesia bisa kemana saja, bebas tanpa menggunakan visa dan paspor.

"Karena itu, manfaatkan kebesaran dan kekayaan alam Indonesia kita ini untuk kemajuan dan kemakmuran rakyatnya. Itu adalah tugas kita semua sebagai pewaris kemerdekaan Indonesia yang telah dicita-citakan para pendahulu kita," harapnya.

Sementara itu, Irsyad Yusuf dalam sambutannya mengatakan, Negara Indonesia saat ini telah menjadi negara yang maju serta sejajar dengan bangsa yang lain. Hanya saja, masih banyak ancaman dan tantangan yang harus segera diatasi, diantaranya bahaya narkoba, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), banyaknya tindakan asusila terhadap anak di bawah umur, aksi-aksi terror yang mengganggu ketertiban dan keamanan serta ketentraman masyarakat, serta kemiskinan dan kebodohan yang dapat menghambat laju pembangunan.

“Kita berupaya mungkin melalui program-program penegakan yang antisipatif, melakukan tindakan-tindakan yang sesuai prosedur dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada pelaku yang telah terbukti melakukan tindak kejahatan, dan itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” terangnya. 

Ditambahkannya, acara sarasehan dengan para pejuang perintis kemerdekan tak lain sebagai sarana untukmenjalin tali siaturrahmi sekaligus sebagai upaya proses pewarisan nilai-nilai kebangsaan sebagai jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan.

"Saya sangat berterima kasih atas kehadiran bapak dan ibu para pejuang kemerdekaan yang telah hadir. Beliau beliau harus kita teladani serta kita jadikan inspirasi untuk memotivasi, khususnya bagi generasi muda, generasi penerus bangsa pada kepemimpinan di masa yang akan datang" jelasnya, sesaat setelah memberikan tali asih kepada para pejuang kemerdekaan tersebut. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Malam Tahun Baruan, Mas Rusdi Sidak Pasar Bangil

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dibuat geram dengan para pedagang yang masih saja...

Article Image
Dishub Kabupaten Pasuruan Bagi-Bagi Bingkisan untuk Relawan Penjaga Perlintasan Sebidang Kereta Api

Menjelang pergantian tahun baru 2025 ke 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuru...

Article Image
Kawasan "Kumuh" di Kelurahan Bendomungal Bangil, Kini Cantik

Bangil, sebagai Ibukota Kabupaten Pasuruan terus dipercantik di setiap sudut kot...

Article Image
Buka Sosialisasi Wajar Dikdas 13 Tahun. Merita Rusdi Dorong Anak Pra-Sekolah Siap Masuk SD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan menggelar Sosialisasi wajib b...

Article Image
1 Januari 2026, 35 PNS Pemkab Pasuruan Masuki Purna Tugas

Awal tahun 2026 mendatang, sebanyak 35 pegawai negeri sipil (PNS) di Lingkungan...