Siapa yang tidak kenal dengan ragam produk Kopi yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Pasuruan. Prospek bisnis komoditas perkebunan dengan sentra areal tanam yang tersebar di Kecamatan Purwodadi, Tutur, Puspo, Lumbang, Pasrepan, Purwosari, Prigen dan Tosari tersebut semakin menjanjikan. Hal itu dibuktikan dengan tingginya permintaan pengiriman kopi ke luar Kabupaten Pasuruan. Baik lokal, nasional bahkan internasional. Diantaranya, Malaysia, Hongkong, Singapura hingga Amerika Serikat.
Dari segi kualitas, jangan ditanya. Kopi bercitarasa istimewa terbukti tidak kalah enaknya jika dibandingkan dengan produk Kopi bermutu tinggi lainnya. Berkat keotentikan rasa itu juga yang kemudian yang mengantarkan Kelompok Tani (Poktan) Sekar Arabika dari Kelurahan Ledug, Kecamatan Prigen berhasil meraih Juara ke-3 dalam Kontes Kopi Spesialti Indonesia ke-XV.
Dalam kompetisi yang dihelat oleh Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada tanggal 21-22 Oktober 2023, produk Kopi yang dibudidayakan oleh Suprapto tersebut berhasil unggul untuk kategori Arabika Natural. Sehingga berhak memperoleh uang pembinaan senilai Rp 5 Juta. Kemenangannya diperoleh setelah terlebih dahulu bersaing dengan sampel Kopi dari ke-9 kontestan lainnya dalam kategori yang sama.
Tentunya, prestasi yang membanggakan tersebut mendapat respon positif dari Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto. Seperti yang diungkapkannya kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dalam pernyataannya berikut ini.
"Ternyata Kabupaten Pasuruan kaya sumber daya hayati. Termasuk Kopi dengan banyak varitas yang kualitasnya sangat baik. Tentunya, selamat kepada Poktan Sekar Arabika yang meraih Juara 3 Kontes Kopi Spesialiti Indonesia tahun ini. Terus maju, berkarya dan berinovasi," pesannya.
Lebih lanjut, salah satu tenaga pendidik di Sekolah Pascasarjana, Universitas Airlangga tersebut menitipkan beberapa pesan pentingnya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan sebagai pengampu dan pembina Poktan Kopi. Termasuk lebih mengoptimalkan pendampingan, terutama pasca panen.
"Saya berharap, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bisa lebih memaksimalkan kegiatan sertifikasi produk pertanian dan perkebunan, terutama Kopi. Sehingga citarasa khas Kopi kita akan semakin dikenal penikmat kopi internasional. Tidak kalah pentingnya juga, mendukung perluasan marketplace," tuturnya dengan optimis.
Diketahui, dari 523 sampel kopi yang masuk seleksi, sebanyak 20 sampel dari 4 kategori terpilih setelah melewati babak penyisihan yang begitu ketat oleh tim penilai/ tim cupping dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka). Ada juga tim juri internasional dari Jepang dan Myanmar. (Eka Maria)
Komentar