Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

SMPN 1 Grati Sukses Sulap Limbah Plastik Yang Tak Bisa Dijual Menjadi Meja Kursi Taman

Gambar berita
17 Oktober 2018 (12:19)
Pendidikan
3290x Dilihat
0 Komentar
admin

Sebagai sekolah berbudaya lingkungan, SMPN I Grati punya cara tersendiri dalam memanfaatkan limbah plastic, khususnya yang tidak dapat dijual, mulai dari bungkus permen, kopi sachet atau kemasan hingga bungkus sosis.

Yap, sekolah yang berlokasi di Desa Kedawung, Kecamatan Grati tersebut sukses menyulap barang-barang buangan tersebut menjadi kursi dan meja taman yang artistic.

Setidaknya itulah pemandangan yang terlihat pada Rabu (17/10/2018) pagi, di mana ratusan pelajar yang didampingi guru dan salah satu LSM yang bergerak di bidang lingkungan, membuat kursi dan meja taman dari botol air minum berukuran sedang. Botol tersebut berubah fungsi menjadi kaki kursi, lantaran di dalamnya diisi oleh ribuan bungkus permen dan sejenisnya.

Novi Eka Susilowati selaku Ketua Tim Adiwiyata SMPN I Grati mengatakan, kegiatan tersebut dinamakan Eco Briks, di mana seluruh bungkus permen dan sebagainya dimasukkan ke dalam botol dengan menggunakan kayu. Tujuannya supaya isi dalam botol betul-betul padat dan keras sehingga bisa dijadikan sebagai tumpuan.

“Pokoknya seluruh bungkus plastic kita jejal sampai padat. Dari situ  botol langsung berasa berat dan keras, sehingga siap dijadikan sebagai penyangga kursi taman,” kata Novi di sela-sela acara.

Untuk menjadi sebuah kursi, dibutuhkan lebih dari 30 botol minuman berukuran sedang. Kata Novi, tujuan dilaksanakannya kegiatan Eco Briks tak lain untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman kepada seluruh siswa dan penghuni sekolah akan pentingnya menjaga lingkungan. Terlebih dapat memanfaatkan seluruh limbah, sekalipun yang tidak bisa dijual atau disulap menjadi barang yang bernilai jual tinggi.

“Kalau seperti botol plastic itu khan bisa dijual, tapi kalau bungkus permen ya tidak bisa dijual. Maka dari itu, kami menggagas kegiatan ini supaya ada pengetahuan siswa yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu. Dan respon anak-anak sangat bagus, semuanya antusias mengikuti kegiatan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Grati, Sugeng Suprayoga menegaskan, Eco Briks adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan sebagai sekolah adiwiyata. Bahkan, tak tanggung-tanggung, tahun ini pihaknya optimis dapat meraih predikat sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri.

“Sejak tahun 2016 lalu, kita sudah meraih predikat Adiwiyata Nasional, dan pada tahun ini kita optimis bisa menuju Adiwiyata Mandiri, karena dokumen-dokumen pendukung sudah lengkap, dan mudah-mudahan itu sudah cukup, sehingga tim penilai tidak perlu datang ke sekolah,” terangnya.

Kepada Suara Pasuruan, Sugeng mengaku siap apabila sewaktu-waktu, Tim Penilai Adiwiyata Mandiri dari Pusat datang ke SMPN I Grati untuk melakukan verifikasi lapangan (verval).

“Insya Allah kita sangat siap menerima kunjungan Tim Penilai Adiwiyata Mandiri. Tapi belum tahu pastinya, jadi kita bisanya hanya menunggu apakah cukup hanya dokumen saja atay harus verval,” singkatnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Cari Solusi Konflik Agraria 10 Desa di Kecamatan Lekok dan Nguling, Mas Bupati Rusdi Beraudiensi Dengan DPR RI

Untuk mencari solusi terbaik terkait permasalahan agraria yang melibatkan 10 Des...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Pasurua...

Article Image
Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Pasuruan 2027, Wabup Gus Shobih Tekankan Penguatan Potensi dan Regulasi Investasi

Di awal tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus memaksimalkan pembanguna...

Article Image
Dari Gang Kecil, Sepatu "Reno" Khas Karangsono, Kecamatan Sukorejo Jadi Primadona

Di tengah gempuran sepatu impor dan pabrikan, pabrik rumahan milik Riwayat, warg...

Article Image
Kecamatan Tutur, Penghasil Paprika Terbesar dan Satu-Satunya di Jawa Timur

Tidak banyak yang tahu bahwa penghasil paprika terbesar dan satu-satunya di Jawa...